Gubernur Khofifah Terima Dubes Uzbekistan, Jajaki Kerja Sama Sister Province Jatim-Samarkand

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan ini difokuskan untuk menjajaki peluang kerja sama sister province antara Jawa Timur dan Samarkand, kota tertua di Asia Tengah dan terbesar kedua di Uzbekistan.

Rencana kerja sama tersebut diharapkan memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, pendidikan, kebudayaan, dan penguatan jejaring masyarakat. Khofifah menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Jatim tengah menjalani proses administrasi dan perizinan yang melibatkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Proses Penandatanganan Kerja Sama Sister Province
Penandatanganan protokol kerja sama akan dilaksanakan setelah proses administrasi selesai dan mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur. Rencananya, momen ini akan bertepatan dengan kunjungan resmi Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada awal April.

Ikatan Historis dan Spiritual Antara Jawa Timur dan Samarkand
Gubernur Khofifah menyoroti kedekatan sejarah dan spiritual antara kedua wilayah. Ia menjelaskan banyak kunjungan religi dari pondok pesantren di Jawa Timur ke makam Syekh Imam Bukhari di Samarkand. Saat ini, rombongan dari Pesantren Ploso Kediri yang dipimpin Kyai Nurul Huda tengah berada di Samarkand untuk kegiatan keagamaan.

Selain itu, Syekh Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa Timur, diyakini berasal dari wilayah Asia Tengah, termasuk Samarkand. Ikatan kultural ini dianggap sebagai pondasi kuat dalam membangun hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya antara Jawa Timur dan Samarkand.

Potensi Perdagangan dan Komoditas Utama
Dari sisi ekonomi, hubungan perdagangan Jawa Timur dengan Uzbekistan menunjukkan perkembangan positif. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan mencapai USD 9,36 juta. Nilai ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan rata-rata lima tahun terakhir yang kuat.

Beberapa komoditas utama ekspor adalah lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton. Sementara itu, impor Jawa Timur dari Uzbekistan mencapai USD 43,06 juta, didominasi oleh pupuk yang sangat penting untuk sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dukungan dan Harapan dari Duta Besar Uzbekistan
Duta Besar Oybek Eshonov menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Gubernur Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mengapresiasi komitmen kedua pihak untuk mempererat hubungan dan kerja sama di masa depan.

Menjelang bulan suci Ramadan, Dubes Oybek juga mengucapkan Ramadhan Mubarak kepada masyarakat Indonesia dan Uzbekistan, dengan harapan bulan tersebut membawa keberkahan dan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa diskusi yang terjadi dalam pertemuan tersebut sangat konstruktif dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua wilayah.

Melalui upaya kerja sama sister province ini, Jawa Timur dan Samarkand berpotensi memperluas kolaborasi di berbagai bidang sekaligus memperkuat nilai-nilai historis dan spiritual yang mengikat kedua wilayah. Ke depan, koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan kementerian terkait menjadi kunci sukses implementasi kerja sama tersebut.

Baca selengkapnya di: detak.co

Berita Terkait

Back to top button