Disbudpar Bandung Apresiasi YBUIS-IPTI Jabar Rayakan Imlek Inklusif untuk Individu Spesial

Disbudpar Kota Bandung Apresiasi Kiprah YBUIS-IPTI Jabar Rayakan Imlek Bersama Individu Spesial

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Yayasan Budaya Untuk Individu Spesial (YBUIS) bersama Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Jawa Barat (DPW IPTI Jabar). Mereka sukses menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan konsep inklusif dan penuh makna di Galeri PlaAstro, Jalan Moh. Toha, Bandung.

Kegiatan bertajuk “Mozaik Imlek Nusantara” tersebut berlangsung dinamis dan mengedepankan semangat persatuan lintas agama, suku, dan budaya. Perayaan ini menonjolkan keberagaman dan membuka dialog interaktif antar komunitas berbagai latar belakang.

Wujud Inklusivitas Lewat Perayaan dan Dialog Budaya

Perayaan Imlek tidak hanya menampilkan hiburan tradisional seperti barongsai, tari, dan musik, tetapi juga mengangkat tema kepedulian sosial serta inklusi. Acara talkshow budaya turut mengedepankan dialog terbuka yang mempertemukan masyarakat dari beragam komunitas. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Ir. Adi Junjunan Mustafa, membuka acara dengan meresmikan Dali Kafe sebagai tempat kegiatan ini berlangsung.

Menurut Adi Junjunan, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong keterbukaan serta inklusivitas sebagai landasan pembangunan kebudayaan daerah. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap ekspresi budaya yang berdampak positif bagi masyarakat luas. “Kota Bandung memiliki visi terbuka dan inklusif terhadap berbagai keberagaman. Selama kegiatan memajukan warga dan kota, kami mendukung sepenuhnya,” tegasnya.

Kiprah YBUIS dalam Mendampingi Individu Spesial

Ketua Umum YBUIS, Diana Sofian, menjelaskan bahwa yayasan fokus membina individu spesial atau penyandang disabilitas agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyelenggarakan perayaan Imlek sebagai gerakan lintas agama untuk mensosialisasikan budaya Tionghoa sekaligus mengenalkan keberadaan dan karya anak-anak individu spesial.

Diana memaparkan bahwa pembentukan YBUIS dilatarbelakangi rasa kekhawatiran para orang tua terhadap masa depan anak mereka ketika sudah tidak menjalani terapi di sekolah luar biasa (SLB). YBUIS hadir sebagai komunitas pendukung agar orang tua dan individu spesial dapat saling menguatkan dan membangun karakter kuat. “Kami ingin individu spesial tidak hanya aktif di sekolah, tapi juga berpelatihan kerja sehingga kualitas hidup mereka meningkat,” ungkap Diana.

Dorongan untuk Masyarakat dan Keluarga Individu Spesial

Diana juga mengajak keluarga individu spesial untuk terus memotivasi dan mendorong anak-anak mereka berkarya. Ia menilai bahwa kepedulian publik terhadap individu spesial semakin meningkat, sehingga keluarga harus menjaga semangat optimisme dan rasa percaya diri anak-anak. “Ketika masyarakat menunjukkan empati, keluarga harus makin bersemangat memajukan mereka,” katanya.

Makna Imlek sebagai Simbol Kebersamaan dan Toleransi

Perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Ruly Rahadi Wangsa Permana, menegaskan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, tapi wahana penting membangun keharmonisan dan keberagaman bangsa. Ruly menyebut acara “Mozaik Imlek Nusantara” sebagai bukti spirit Imlek yang luar biasa, utamanya dari individu spesial.

Ketua Divisi Kebudayaan IPTI Jawa Barat, Chandra Adilukito, menyoroti pentingnya penerimaan keberagaman budaya sebagai kekuatan nasional. Menurutnya, tradisi Tionghoa menambah warna dalam keragaman Indonesia yang semestinya dipelihara. Ia pula memberi semangat kepada generasi muda, khususnya individu spesial, agar tetap aktif dan berkontribusi.

Ketua DPW IPTI Jabar, Via Mey Chen, menekankan Imlek sebagai momentum kebersamaan lintas identitas dan ajakan menjaga kerukunan. Via juga mengingatkan bahwa makna toleransi harus meluas meliputi individu dengan kebutuhan khusus. “Kita harus merangkul, bukan mengasihani mereka,” ujarnya. Hal ini diyakini dapat membangun generasi muda yang kuat dan saling menghargai.

Langkah Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Disbudpar Kota Bandung telah mengusulkan agar hasil kegiatan ini dilanjutkan dengan sinergi antar perangkat daerah seperti Dinas Sosial. Upaya tersebut bertujuan memberi ruang lebih luas bagi YBUIS untuk berkolaborasi dengan pemerintah demi mengangkat inklusivitas secara lebih masif. Kepala Disbudpar optimis pendekatan kolaboratif ini akan memperkaya pembangunan kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya individu spesial.

Perayaan Imlek 2577 yang diselenggarakan YBUIS bersama DPW IPTI Jabar dengan dukungan pemerintah daerah membuktikan bahwa budaya dapat menjadi media efektif memperkokoh toleransi dan membangun semangat inklusivitas di tengah masyarakat majemuk Kota Bandung. Kegiatan ini diharapkan menjadi pionir gerakan serupa yang mengangkat peran serta individu spesial dalam berbagai aspek sosial budaya.

Baca selengkapnya di: www.balebandung.com

Berita Terkait

Back to top button