Update Banjir Jember: 7.445 KK Terdampak, Masjid Ambruk, Jembatan Rusak, Perbaikan Baru 2027

Banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus mengalami perluasan dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak mencapai 7.445 KK. Luapan air dari delapan sungai utama telah merendam 10 kecamatan dan 23 desa atau kelurahan, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan fasilitas umum.

Sebaran Korban Banjir di Jember

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat Kecamatan Rambipuji sebagai wilayah terdampak terparah dengan 3.774 KK. Berikut rincian korban terdampak pada kecamatan lainnya:

  1. Kecamatan Rambipuji: 3.774 KK
  2. Kecamatan Balung: 1.581 KK
  3. Kecamatan Wuluhan: 1.464 KK
  4. Kecamatan Bangsalsari: 316 KK
  5. Kecamatan Kaliwates: 220 KK
  6. Kecamatan Puger: 46 KK
  7. Kecamatan Sukorambi: 33 KK
  8. Kecamatan Panti: 6 KK
  9. Kecamatan Kalisat: 3 KK
  10. Kecamatan Ajung: 2 KK

Selain rumah warga yang tergenang, dampak banjir juga meluas ke fasilitas vital. Tiga jembatan mengalami kerusakan berat, satu masjid ambruk, dan satu pondok pesantren terendam air serta satu balai desa ikut terdampak.

Faktor Penyebab Banjir dan Tantangan Infrastruktur

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebutkan dua faktor utama yang menyebabkan banjir rutin, yaitu debit air sungai yang meningkat dan permasalahan infrastruktur pengairan. Pembangunan perumahan di bantaran sungai menghalangi aliran air dan memperparah banjir.

Menurut Fawait, selama infrastruktur pengairan tidak diperbaiki, banjir besar berpotensi terus terjadi setiap tahun. Ia mengingatkan pengerjaan infrastruktur memerlukan waktu panjang dan tidak bisa selesai dalam hitungan bulan.

Perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir, kata Bupati, baru dapat dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027. Ini mengindikasikan adanya keterbatasan dana dan proses perencanaan yang harus ditempuh.

Upaya Penanggulangan Darurat oleh BPBD

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengonfirmasi bahwa tim gabungan masih melakukan operasi pembersihan lumpur dan material banjir di area yang sudah mulai surut. Prioritas saat ini adalah memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dengan menyalurkan bantuan logistik dan menjalankan dapur umum di wilayah terdampak.

Penanganan di lapangan berlangsung intensif dan terus berlanjut agar kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih.

Kondisi Geografis dan Risiko Banjir di Jember

Kabupaten Jember termasuk daerah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi. Wilayah ini berada dalam aliran beberapa sungai besar seperti Sungai Bedadung, Sungai Tanggul, dan Sungai Mayang yang berhulu di pegunungan Argopuro dan Raung. Topografi ini menyebabkan daerah mudah terkena dampak luapan air ketika terjadi curah hujan tinggi.

Ramalan cuaca oleh BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan terjadi sejak awal hingga pertengahan bulan ini, yang berpotensi memperparah situasi banjir. Pemerintah daerah terus mengupayakan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Baca selengkapnya di: surabaya.tribunnews.com

Berita Terkait

Back to top button