Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca di Kota Semarang, Jawa Tengah. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah ini.
BMKG menyebutkan hujan yang terjadi akan disertai kilat atau petir serta angin kencang. Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.
Warga Diminta Waspada Terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Angin diperkirakan bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan antara 10 hingga 25 km/jam. Suhu udara diprediksi berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 60 sampai 90 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah dampak membahayakan.
Beberapa dampak yang diperhatikan BMKG antara lain adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, puting beliung, pohon tumbang, dan kondisi jalan yang licin. Masyarakat disarankan menjauhi bantaran sungai dan wilayah rawan bencana, seperti lereng perbukitan yang berpotensi longsor.
Kecamatan yang Terkena Dampak Hujan di Kota Semarang
Hujan ringan hingga sedang akan melanda 16 kecamatan di Kota Semarang. Berikut daftar kecamatan yang diperkirakan terkena dampak:
- Semarang Tengah
- Semarang Utara
- Semarang Timur
- Gayamsari
- Genuk
- Pedurungan
- Semarang Selatan
- Candisari
- Gajahmungkur
- Tembalang
- Banyumanik
- Gunungpati
- Mijen
- Semarang Barat
- Ngaliyan
- Tugu
Prakiraan ini diharapkan menjadi acuan bagi warga dan aparat setempat guna mengantisipasi kemungkinan gangguan yang dapat muncul akibat perubahan cuaca. Warga juga diimbau untuk menjaga keselamatan dan selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG maupun otoritas terkait.
Peringatan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memberikan informasi dini untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diharapkan proaktif dan beradaptasi dengan kondisi cuaca agar kejadian yang merugikan dapat diminimalisasi.
Baca selengkapnya di: jateng.jpnn.com