Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan asesmen menyeluruh terhadap sejumlah wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut meliputi tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Harian Kepala BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, menyampaikan bahwa assesmen ini dilakukan pada Jumat hingga Minggu untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat. Tim Reaksi Cepat BPBD langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pendataan dampak serta penanganan awal di lapangan demi keselamatan masyarakat.
Dampak Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Kecamatan
Beberapa lokasi kritis telah teridentifikasi, seperti tanah bergerak di Kampung Sukamulya dan tanah longsor di Kampung Ciomas, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang. Kejadian ini menyebabkan akses jalan ambles dan mengganggu aktivitas warga setempat.
Di Kecamatan Bungbulang, tepatnya di Kampung Pajar, Desa Talaga, juga ditemukan tanah bergerak sejak Jumat, 13 Februari 2026. Kondisi tersebut mengancam 55 kepala keluarga atau 113 jiwa yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. BPBD menyatakan perlunya kajian teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah sekaligus merekomendasikan langkah penanganan yang harus diambil.
Selain itu, bencana hidrometeorologi menyebabkan kerusakan jembatan penghubung desa di Kecamatan Cisurupan akibat arus deras sungai. Jembatan yang dibangun pada 2004 ini mengalami kerusakan pada fondasi dan beberapa bagian badan jembatan ambles. BPBD sedang mengamankan lokasi serta melakukan kajian teknis untuk perencanaan pembangunan kembali demi memulihkan akses vital masyarakat.
Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Langsung pada Masyarakat
Di Kecamatan Pameungpeuk, rumah di Kampung Daramaga, Desa Bojong Kidul, ambruk akibat bencana, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Kejadian lain terjadi di Kampung Cibodas, Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, di mana terjadi luapan aliran sungai dan pohon tumbang. Tim Reaksi Cepat BPBD telah memotong pohon tumbang yang menyebabkan penyumbatan aliran Sungai Cigarukgak, sehingga mencegah luapan air lebih parah.
Bencana juga melanda wilayah Kecamatan Pasirwangi, dengan luapan aliran sungai akibat pohon tumbang dan material longsor yang menutup akses jalan di beberapa titik Desa Sarimukti. Petugas gabungan telah turun tangan menangani seluruh titik terdampak serta menyalurkan bantuan logistik untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak.
Langkah yang Dilakukan BPBD Kabupaten Garut
- Melakukan asesmen cepat dan pendataan wilayah terdampak.
- Menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk penanganan awal di lapangan.
- Mengamankan lokasi rawan dan melakukan pengamanan darurat.
- Mengkaji teknis dengan lembaga terkait seperti PVMBG.
- Merencanakan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak.
- Menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak bencana.
Langkah-langkah tersebut menjadi prioritas BPBD Kabupaten Garut untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan kondisi daerah yang terdampak bencana alam. Penanganan yang terintegrasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko dan efek negatif dari bencana hidrometeorologi yang kian meningkat seiring perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Baca selengkapnya di: jabar.antaranews.com