34 Desa Grobogan Terendam Banjir Luapan Sungai, 5.214 KK Terjebak Air—Tanggul Jebol, Transportasi Lumpuh, Warga Berjuang Evakuasi Diri!

Banjir terjadi di 34 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat hujan deras sejak Minggu malam dan kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak banjir ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan satu rumah mengalami kerusakan berat. Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa merasakan dampak banjir dengan tinggi muka air 20-40 cm, meskipun sudah mulai surut. Desa-desa tersebut antara lain Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas.

Selain itu, di Kecamatan Tegowanu terdapat beberapa desa yang masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 100 cm. Desa Tajemsari, Sukorejo, dan Kebonagung mengalami dampak cukup parah. Tangul Sungai Cabean di Desa Tajemsari jebol, sementara tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung juga rusak, meski kondisi mulai membaik.

Di Kecamatan Gubug, banjir merendam beberapa dusun di Desa Penadaran dengan tinggi air 30-50 cm yang saat ini berangsur surut. Upaya penguatan tanggul Sungai Tuntang dilakukan untuk mengantisipasi luapan air susulan.

Kecamatan Purwodadi mencatat 584 KK terdampak di Kelurahan Purwodadi, tersebar di lingkungan Jajar, Kemasan, Jetis Barat, Jetis Selatan, Simpang Utara, dan Banaran. Kelurahan Kalongan turut terdampak cukup signifikan, terutama Perumahan Permata Hijau dengan ketinggian air mencapai satu meter dan 1.180 KK yang terkena banjir.

Banjir juga menjalar ke Kecamatan Karangrayung, terutama Desa Karangsono dan Mojoagung. Kerusakan terjadi akibat tanggul Sungai Jajar Baru yang jebol sepanjang sekitar 15 meter di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung. Genangan kini mulai berkurang dan hanya tersisa di beberapa ruas jalan.

Di Kecamatan Geyer, tiga rumah warga di Desa Bangsri sempat terendam 25 cm dan sudah surut. Di Kecamatan Toroh, sembilan desa masih mengalami banjir dengan ketinggian air 30-50 cm, seperti di Desa Tambirejo, Katong, dan Sugihan; kondisi ini juga mulai membaik.

Kecamatan Pulokulon bagian Dusun Legundi di Desa Karangharjo terdampak luapan Sungai Peganjing dengan tinggi air mencapai 50 cm. Sebanyak 30 warga melakukan evakuasi mandiri. Sementara itu, di Kecamatan Penawangan terdapat enam desa terdampak, di antaranya Leyangan, Toko, Sedadi, Tunggu, Karangwader, dan Pengkol. Beberapa desa di kecamatan tersebut masih tergenang saat siang hari.

Selain berdampak pada permukiman, banjir juga menghambat transportasi nasional. Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terganggu akibat genangan air di Km 32 antara Karangjati dan Gubug.

Pantauan di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi air pada level siaga, yakni 26,68 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mulai menurun. Namun, Pos Menduran masih mencatat tren kenaikan debit air. BNPB terus mengkoordinasikan langkah penanganan darurat bersama BPBD dan pihak terkait, meliputi evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, dan penguatan tanggul darurat di beberapa titik.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih berlangsung selama dua hari ke depan. Karena beberapa tanggul jebol dan kondisi debit sungai masih fluktuatif, potensi banjir susulan tetap mengancam.

BNPB mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan, rutin memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat lebih aman apabila debit air meningkat. Prioritas utama dalam penanganan banjir ini adalah keselamatan warga yang terdampak.

Baca selengkapnya di: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button