Imlek Bukan Sekadar Perayaan, Khofifah Tegaskan Jatim Wajib Jaga Toleransi atau Risiko Pecah Kerukunan Multikultur!

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen penting untuk menguatkan toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Imlek bukan hanya milik umat Tionghoa, melainkan pengingat bersama tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur menjaga harmoni yang telah terbangun di provinsi yang dikenal multikultur ini. Ia menekankan tiga nilai utama sebagai fondasi kerukunan, yakni understanding (saling memahami), respect (saling menghormati), dan trust (saling percaya). Ketiga nilai ini menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Provinsi Jawa Timur selama ini tercatat memiliki tingkat kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok yang baik. Menurut Khofifah, kondisi tersebut harus terus dipelihara dengan cara dialog terbuka, gotong royong, dan semangat kebersamaan. Ia mengajak seluruh warga agar Jawa Timur tetap menjadi rumah yang nyaman untuk semua kalangan.

Selain itu, Khofifah menghubungkan semangat perayaan Imlek dengan momentum menjelang Ramadan. Ia mengimbau masyarakat memperkuat kesalehan sosial, bukan hanya kesalehan secara pribadi. Suasana saling menghargai diyakini dapat mendukung ibadah menjadi lebih khusyuk serta menghadirkan kedamaian bersama.

Gubernur juga menegaskan bahwa menjaga kerukunan bukan hanya pekerjaan pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan solidaritas dan keterbukaan, potensi konflik dapat diminimalisir sehingga persatuan tetap kokoh.

Berikut hal penting yang ditekankan Khofifah dalam merawat kerukunan di Jawa Timur:
1. Saling memahami antarberbagai kelompok dan komunitas.
2. Menjaga rasa saling menghormati perbedaan keyakinan dan budaya.
3. Membina kepercayaan yang menjadi fondasi hidup berdampingan.
4. Menjalin dialog dan kerja sama melalui gotong royong.
5. Memperkuat semangat sosial dalam menyambut berbagai momentum keagamaan.

Momentum Imlek menjadi panggilan untuk memperkokoh toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Jawa Timur. Semangat kebersamaan dan saling menghormati diharapkan menjadi bekal penting untuk menjaga keharmonisan, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di daerah ini.

Baca selengkapnya di: www.bicarasurabaya.com

Berita Terkait

Back to top button