
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan penanganan tanah longsor yang terjadi di Perumahan Delta Asri, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, selesai dalam waktu sepekan. Penanganan ini diperlukan segera karena longsor telah memutus konektivitas antarwilayah permukiman sehingga mengganggu aktivitas warga.
Saat meninjau langsung lokasi longsor, Gubernur meminta agar kajian dari Dinas PUPR tidak memakan waktu lama. Ia menegaskan pentingnya percepatan penanganan agar akses antara satu RW dengan RW lainnya bisa kembali terhubung dalam waktu singkat. Instruksi ini menandai prioritas pemerintah provinsi untuk segera mengatasi dampak bencana tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menerapkan berbagai langkah mitigasi bencana. Langkah ini mencakup pemetaan wilayah rawan longsor, tanah bergerak, banjir, serta rob. “Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, oleh sebab itu penanganan harus tepat dan cepat,” ujar Gubernur sembari menekankan kecepatan sebagai faktor utama.
Kolaborasi lintas instansi dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan bencana di daerah tersebut. Dalam prosesnya, peran serta Bupati, Dandim, Kapolres, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Tim Reaksi Cepat (TRC) sangat aktif membantu. Gubernur menekankan agar semua komponen masyarakat juga ikut bahu membahu tanpa saling menyalahkan.
Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan organisasi seperti Taruna Siaga Bencana di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat mitigasi bencana. Kehadiran negara pun diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah bencana.
Selain percepatan penanganan fisik, bantuan untuk warga terdampak longsor juga telah disalurkan. Pemerintah Kabupaten Semarang menurunkan crane untuk memperbaiki jembatan roboh akibat longsor. Pemprov Jawa Tengah juga memberikan bibit pohon sebagai bagian dari upaya restorasi lingkungan pascabencana.
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 100 pasang sepatu boots bagi relawan, paket sembako, dan 200 mushaf Al-Qur’an. Selain itu, terdapat bantuan beras senilai Rp2,7 juta dan logistik tambahan senilai Rp6,28 juta. Bantuan tersebut bertujuan meringankan kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses pemulihan warga terdampak.
Dengan target penyelesaian penanganan longsor dalam waktu satu minggu, pemerintah berharap akses warga di Ungaran Timur segera pulih dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala. Penanganan cepat ini diharapkan menjadi contoh efektifitas respons bencana di Jawa Tengah.
Baca selengkapnya di: indoraya.news




