
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan sebesar Rp239 juta untuk menangani bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, pada Selasa lalu.
Dalam kunjungan ke lokasi pengungsian, Wagub Taj Yasin menyapa para pengungsi dan memeriksa kondisi kesehatan serta kelengkapan logistik. Pemerintah provinsi juga memastikan sarana ibadah menjelang Ramadan telah tersedia, termasuk musala yang siap dipakai.
Wagub menekankan pentingnya kebutuhan spiritual bagi warga yang memiliki tingkat kesadaran keagamaan tinggi. Ia menyebut mayoritas masyarakat aktif dalam majelis taklim dan pesantren. Pemerintah juga memastikan fasilitas ibadah di seluruh lokasi pengungsian lain tersedia dengan baik selama Ramadan.
Selain perhatian untuk sarana ibadah, Wagub meninjau pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan. Kondisi para pengungsi dinilai sehat dengan kebutuhan dasar terpenuhi, meskipun kenyamanan masih kurang dibanding tinggal di rumah sendiri. Saat ini telah selesai pembangunan sekitar 540 unit hunian sementara dari total kebutuhan 900 unit.
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan menyusun rancangan hunian tetap (huntap). Tantangannya adalah satu rumah rusak bisa ditempati dua sampai lima kepala keluarga. Solusi terbaik akan diupayakan, termasuk pencarian lahan aman yang mendapatkan rekomendasi BMKG karena beberapa area masih rawan tanah bergerak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, berkomitmen menyelesaikan pembangunan huntara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, sebelum Lebaran. Ia memastikan proses pembangunan akan dilakukan secepat mungkin agar dapat digunakan warga pada hari raya.
Salah satu pengungsi, Waydi Supratman, menyampaikan rasa syukur karena kebutuhan pangan dan sandang terpenuhi. Ia berharap pembangunan hunian, baik sementara maupun permanen, dapat dipercepat agar warga dapat menjalani Lebaran di tempat tinggal yang layak dan tidak lagi di pengungsian.
Berikut ringkasan upaya penanganan tanah bergerak di Padasari:
1. Bantuan dana dari Pemprov Jateng sebesar Rp239 juta.
2. Peninjauan kondisi kesehatan dan logistik di lokasi pengungsian.
3. Penyediaan fasilitas ibadah untuk memenuhi kebutuhan spiritual warga.
4. Percepatan pembangunan hunian sementara sebanyak 540 unit dari 900 unit.
5. Penyusunan rancangan hunian tetap dan pencarian lahan aman berisiko rendah.
6. Komitmen dari Pemkab Tegal untuk menyelesaikan huntara sebelum Lebaran.
Langkah konkret ini menjadi bagian upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi masyarakat terdampak tanah bergerak secara menyeluruh, termasuk aspek fisik, sosial, dan keagamaan. Pemerintah terus memonitor perkembangan pembangunan hingga warga dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.





