
Pesantren sepuh di Jawa Timur mencerminkan sejarah panjang pendidikan Islam yang kuat dan kokoh. Tujuh pesantren yang telah berdiri lebih dari seratus tahun menjadi pusat pengajaran keagamaan dan budaya yang tetap relevan hingga kini.
Tiga pesantren berada di wilayah Kediri Raya, yakni Lirboyo, Mahir Arriyad, dan Al Falah Ploso. Ketiganya berperan penting dalam melahirkan ulama dan tokoh bangsa yang berpengaruh secara nasional. Selain itu, empat pesantren lain yakni Langitan, Komarudin, Sidogiri, dan Tebuireng turut menjadi bagian dari tradisi pendidikan Islam yang mapan di Jawa Timur.
Daftar Pesantren Sepuh di Jawa Timur
Berikut ini tujuh pesantren dengan usia lebih dari satu abad yang menjadi tonggak pendidikan Islam di provinsi ini:
-
Pondok Pesantren Lirboyo (1910)
Pesantren Lirboyo didirikan pada 1910 di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri oleh KH Abdul Karim atau Bahmanab. Santri yang belajar di sini mencapai sekitar 40 ribu orang. Pesantren ini diasuh oleh KH Muhammad Anwar Mansur bersama keluarga besar Lirboyo. Tokoh nasional seperti KH Maimun Zubair dan KH Mustofa Bisri pernah menuntut ilmu di pesantren ini. -
Pondok Pesantren Mahir Arriyad (1870)
Terletak di Dusun Ringinagung, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Mahir Arriyad berdiri sejak 1870 oleh Kiai Imam Nawawi. Saat ini, pesantren ini dipimpin oleh KH Munzis Maisur dan KH Irfan Hamid Maisur. Fokus utama pembelajaran adalah kajian kitab salaf. KH Ahmad Maisur Sindi adalah tokoh pembaharu pendidikan pesantren yang berasal dari sini. -
Pondok Pesantren Al Falah Ploso
Merupakan salah satu pesantren tertua di Kediri Raya yang turut memberikan kontribusi terhadap pendidikan Islam tradisional di Jawa Timur. Pesantren ini memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu agama dan karakter santri. -
Pondok Pesantren Langitan (1852)
Berada di tepi Bengawan Solo, Tuban, pesantren ini didirikan oleh Kiai Muhammad Nur pada 1852. Saat ini, Langitan dipimpin secara kolektif oleh para keturunan pendiri, salah satunya KH Ubaidillah Faqih. Pesantren ini pernah menjadi tempat belajar KH Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Kholil Bangkalan dengan jumlah santri mencapai 5.000 hingga 6.000 orang. -
Pondok Pesantren Komarudin (1753)
Komarudin berdiri pada 1753 di Bungah, Gresik oleh KH Komarudin bin Umar. Pesantren ini merupakan salah satu yang tertua di Jawa Timur dan memiliki peran penting dalam tradisi pendidikan Islam di daerah tersebut. -
Pondok Pesantren Sidogiri
Pesantren Sidogiri memiliki sejarah panjang dan berkontribusi besar dalam pembentukan ulama dan tokoh masyarakat Jawa Timur. Keberadaan pesantren ini memperkuat barisan pesantren sepuh yang mempertahankan tradisi keilmuan keislaman klasik. - Pondok Pesantren Tebuireng
Tebuireng dikenal luas sebagai pusat pendidikan Islam dan juga memiliki sejarah yang kuat dalam membangun generasi ulama dan pemimpin bangsa. Pesantren ini menjadi salah satu referensi penting bagi pengembangan ilmu keislaman di wilayah Jawa Timur.
Pesantren-pesantren ini tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga pusat kebudayaan serta pelestarian nilai-nilai agama Islam di Indonesia. Keberadaan pesantren sepuh tersebut memperlihatkan keberlanjutan tradisi belajar yang berakar kuat di masyarakat Jawa Timur. Mereka juga berperan aktif dalam mencetak generasi ulama yang mengisi ruang-ruang penting dalam pemerintahan, pendidikan, dan keagamaan.
Ketiga pesantren di Kediri Raya menegaskan posisi wilayah tersebut sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah perkembangan pesantren di Indonesia. Tradisi keilmuan yang dilestarikan sejak zaman dahulu hingga kini menjadi pondasi utama pengembangan pendidikan Islam di masa depan.
Baca selengkapnya di: mataraman.tribunnews.com




