
Prakiraan cuaca di Jawa Tengah pada tanggal 21 menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang serta sambaran petir yang dapat terjadi hingga tanggal 23.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sembodo, menyatakan bahwa status kewaspadaan dan siaga cuaca ekstrem berlaku di berbagai daerah di provinsi tersebut. Ia memfokuskan perhatian pada daerah pegunungan, dataran tinggi, serta wilayah aliran sungai yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem dan Status Kewaspadaan
BMKG membagi daerah Jawa Tengah berdasarkan tingkat risiko cuaca ekstrem menjadi dua kategori utama, yaitu waspada dan siaga, sebagai berikut:
-
Status Waspada:
- Banjarnegara, Temanggung, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal.
- Wonogiri, Jepara, Demak, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes.
- Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kebumen, Kabupaten Magelang, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Blora, Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal.
- Status Siaga:
- Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Kabupaten dan Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Jepara, Brebes.
- Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kebumen, Purworejo, Kabupaten dan Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes.
- Cilacap, Banyumas, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Wonogiri, Jepara, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes.
Masyarakat di kawasan tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Anak sungai dan lereng pegunungan khususnya perlu mendapat perhatian karena risiko tanah longsor dan banjir meningkat saat kondisi hujan lebat.
Cuaca berkabut dengan awan tebal masih menyelimuti kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada siang hari tanggal 21. Kondisi ini menggambarkan betapa udara di wilayah pegunungan masih sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
BMKG meminta warga agar terus mengikuti informasi cuaca terbaru dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai kilat dan angin kencang. Kesiapsiagaan masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk meminimalisir dampak kerugian akibat bencana.
Dengan situasi cuaca yang diperkirakan berlangsung hingga tiga hari ke depan, pemantauan terus-menerus terhadap kondisi cuaca dan kesiapan mitigasi bencana menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Warga diimbau untuk menjaga keselamatan dan selalu waspada terhadap potensi risiko dari cuaca ekstrem di wilayahnya.
Source: mediaindonesia.com




