
Gempa berkekuatan Magnitudo 7.0 mengguncang wilayah laut di utara Pulau Kalimantan pada Senin dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di kedalaman 628 km, sekitar 392 km Barat Laut Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Menurut informasi resmi dari akun X @infobmkg, gempa tercatat terjadi pada pukul 00.57 Wita dengan koordinat 6.99 LU dan 116.27 BT. Meskipun magnitudonya signifikan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sebagian besar wilayah Kalimantan Utara tidak merasakan guncangan secara signifikan.
Dampak gempa juga dirasakan di bagian pesisir barat Sabah dan Sarawak, Malaysia, walaupun belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa efek gempa masih terbatas pada intensitas getaran sedang hingga ringan di wilayah yang jauh dari episenter.
Selain gempa utama di Kalimantan, BMKG juga mencatat aktivitas gempa lain dengan magnitudo 3.4 di wilayah Jawa Barat tepatnya di barat daya Kabupaten Pangandaran. Gempa ini terjadi pada kedalaman 5 km dan terekam pada pukul 00.31 WIB. Hingga kini, belum ada laporan dampak signifikan dari gempa di Pangandaran tersebut.
Informasi Intensitas Gempa dan Dampak
BMKG menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk mengukur tingkat getaran dan dampak gempa. Berikut klasifikasi intensitas yang dapat digunakan masyarakat untuk memahami efek gempa:
- MMI I: Getaran tidak dirasakan kecuali oleh beberapa orang dalam kondisi luar biasa.
- MMI II: Getaran dirasakan ringan oleh beberapa orang.
- MMI III dan seterusnya menunjukkan tingkat getaran yang meningkat dengan potensi kerusakan.
Masyarakat di Kalimantan Utara dan Jawa Barat disarankan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. Mengingat lokasi pusat gempa di kedalaman laut yang cukup dalam, pengaruh terhadap permukaan tanah relatif terbatas.
Pihak-pihak terkait terus memantau perkembangan situasi seiring dengan penerimaan data-data terbaru. Upaya mitigasi dan penanganan bakal cepat dilakukan apabila terjadi aktivitas seismik lanjutan yang memiliki potensi risiko lebih besar.
Pemahaman yang tepat terhadap skala gempa dan respons cepat tetap menjadi kunci utama menjaga keselamatan masyarakat di daerah rawan gempa seperti Kalimantan Utara dan Pangandaran, Jawa Barat. Pemerintah dan BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum diverifikasi terkait gempa dan potensi tsunami.
Source: kalteng.tribunnews.com




