
Penguatan Ideologi Pancasila bagi 200 Dosen dari Seluruh Indonesia di Jawa Tengah
Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila di Semarang, Jawa Tengah. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan fokus utama bukan hanya pada materi ajar, tetapi juga strategi membentuk karakter mahasiswa secara menyeluruh.
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tersebut diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menilai pelatihan ini sangat strategis sebagai ruang konsolidasi para akademisi. Di tengah kompleksitas tantangan kebangsaan saat ini, pelibatan dosen sebagai ujung tombak pembinaan ideologi dianggap krusial.
Peran Dosen sebagai Agen Penguatan Pancasila
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa dosen memiliki peranan penting karena nilai-nilai Pancasila pertama kali dipahami secara sistematis di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa bukan semata peserta didik, melainkan calon pemimpin masa depan yang harus menanamkan nilai Pancasila sebagai sikap dan tindakan nyata.
Sumarno menegaskan, “Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa.” Dalam pandangannya, penguatan ideologi Pancasila berkaitan erat dengan terciptanya kondisi wilayah yang kondusif dan berkelanjutan. Persatuan dan stabilitas sosial merupakan syarat utama untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Lebih jauh, Sumarno mengapresiasi model pelatihan trainer of trainers yang diterapkan. Metode ini diharapkan memperluas jangkauan pembinaan ideologi secara masif di berbagai perguruan tinggi dan masyarakat sekitar, khususnya di Jawa Tengah.
Strategi dan Implementasi Pembinaan Ideologi
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menjelaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila saat ini didukung oleh buku teks utama yang sudah diterbitkan bersama kementerian terkait. Buku ini digunakan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Yudian menambahkan, BPIP tengah menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila yang khusus digunakan untuk jenjang perguruan tinggi. Melalui buku ini, penyampaian materi ideologi dapat lebih efektif dan terstandarisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Yudian juga memuji Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan penerapan Pendidikan Pancasila yang sangat masif. “Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Fokus Pelatihan dan Ekspektasi Hasil
Diklat Angkatan V ini diikuti oleh 200 dosen, terdiri atas 140 peserta dari luar Kota Semarang dan 60 dosen dari Semarang. Mereka terlibat dalam penguatan kemampuan membangun karakter Pancasila melalui tiga aspek utama: pengetahuan, disposisi, dan tindakan nyata.
Materi pelatihan diarahkan untuk memperkaya pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila. Pembelajaran yang komprehensif diharapkan dapat memantik peran dosen tidak hanya sebagai pengajar, melainkan sebagai motor penggerak internalisasi nilai Pancasila secara lebih intensif di lingkungan kampus.
Pentingnya Pendidikan Ideologi Pancasila dalam Perguruan Tinggi
Penguatan ideologi Pancasila bagi dosen Pendidikan Pancasila menandai langkah penting dalam menjaga keutuhan nilai-nilai bangsa. Dengan adanya pelatihan terstruktur seperti ini, upaya membentuk karakter generasi muda yang cerdas dan beradab melalui pendidikan tinggi dapat semakin diperkuat.
Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan nasional untuk menjaga persatuan dan kerukunan sosial di tengah dinamika perubahan sosial yang cepat. Dosen sebagai fasilitator utama di perguruan tinggi memiliki tugas berat untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila agar menjadi dasar sikap dan perilaku mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila di Jawa Tengah ini memberikan harapan bahwa nilai-nilai kebangsaan akan terus hidup dan berkembang melalui lingkungan akademik, menyebar luas di seluruh Indonesia untuk masa depan bangsa yang lebih kokoh dan sejahtera.
Source: jatengpos.co.id




