Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi di tingkat desa melalui pengembangan sektor pangan. Salah satu upaya nyata dituangkan dalam program pengembangan peternakan ayam petelur di sejumlah desa sebagai sumber ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyoroti langkah Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, yang memanfaatkan dana desa untuk membangun usaha peternakan ayam petelur. Ia menjelaskan, pengembangan usaha ini membawa dampak berganda, yakni menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberikan peluang kerja bagi warga sekitar.
Pemanfaatan Dana Desa dan Pengelolaan Usaha
Program yang dijalankan mulai Desember lalu ini menggunakan dana desa untuk membangun kandang berukuran 30 x 4 meter dan kini membudidayakan sekitar 1.100 ekor ayam petelur. Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat, Desa Alasbuluh kini mampu menghasilkan telur hingga satu krat atau sekitar 15 kilogram setiap hari.
Menurut Pendamping Desa Alasbuluh, Eko Mulyono, gagasan usaha ini lahir dari musyawarah desa dan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa. Semua usaha dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat
Bupati Ipuk menekankan bahwa selain berorientasi pada usaha ekonomi, produk telur yang dihasilkan juga diprioritaskan untuk mendukung kelompok masyarakat rentan. Kelompok tersebut antara lain lanjut usia, ibu hamil, dan balita yang mengalami masalah stunting.
Telur sebagai sumber protein berkualitas memiliki peran penting dalam menunjang nutrisi warga. Dengan pengelolaan oleh desa, dampak positifnya tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan lokal.
Distribusi dan Pemasaran Produk Telur
Hasil panen telur tidak hanya dipasarkan di lokasi sekitar desa, tetapi juga merambah pasar di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Sebagian produksi dialokasikan untuk kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian desa terhadap kesejahteraan masyarakatnya.
Langkah ini menjadi contoh konkret pemberdayaan desa yang mampu menggerakkan ekonomi secara mandiri. Selain meningkatkan pendapatan desa, model usaha ini juga mempererat solidaritas sosial di tingkat komunitas.
Upaya Menguatkan Ekonomi Desa secara Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan prioritas pada program penguatan pangan di desa sebagai upaya strategis memperkokoh kemandirian desa. Dari sisi kebijakan, hal ini sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan dana desa secara produktif agar hasilnya mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara luas.
Bupati Ipuk juga mengingatkan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal ini perlu terus didukung oleh berbagai pihak agar desa-desa di Banyuwangi mampu menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi daerah secara menyeluruh. Program ini membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui kemandirian ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Source: jatim.antaranews.com






