Kemenhub Prediksi Jawa Barat Jadi Asal Pemudik Terbesar Hingga 31 Juta Orang Arus Mudik Lebaran 2026 Bakal Mengguncang Jawa Tengah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah pemudik terbesar pada Angkutan Lebaran 2026 akan berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan angka mencapai 30,97 juta orang. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 19,93 juta pemudik, diikuti Jawa Timur sebesar 17,12 juta pemudik.

Sementara itu, tujuan utama arus pemudik diperkirakan menuju Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta orang. Jawa Timur dan Jawa Barat menempati posisi kedua dan ketiga dengan jumlah pemudik masing-masing 27,29 juta dan 25,09 juta orang. Data ini diperoleh dari survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub.

Distribusi Asal dan Tujuan Pemudik

Survei juga mengungkapkan pergerakan masyarakat yang didominasi dari wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Daerah tujuan dari mayoritas pemudik tersebut berkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Khusus untuk area Jabodetabek, asal perjalanan terbanyak berada di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, dengan tujuan utama ke Jawa Tengah.

Moda Transportasi yang Paling Banyak Digunakan

Dominasi moda transportasi selama Lebaran diperkirakan pada mobil pribadi, dengan pengguna sebanyak 76,24 juta orang. Sepeda motor menempati posisi kedua dengan 24,08 juta pengguna, dan bus diperkirakan digunakan oleh 23,34 juta orang. Mayoritas pengguna mobil memilih jalur jalan tol sebanyak 50,63 juta orang. Sebaliknya, pengguna sepeda motor lebih banyak yang menggunakan jalur alternatif, yakni sekitar 8,65 juta orang.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum guna menekan kemacetan dan meningkatkan keselamatan selama masa mudik. Langkah ini sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang berpotensi meningkat akibat mobilitas yang tinggi pada Lebaran.

Simpul Transportasi Terpadat

Kemenhub memetakan simpul transportasi yang diperkirakan paling sibuk saat Lebaran. Berikut data simpul terpadat berdasarkan survei Kemenhub:

  1. Stasiun Asal Terpadat: Stasiun Pasar Senen (2,38 juta orang)
  2. Stasiun Tujuan Terpadat: Stasiun Yogyakarta Tugu (867 ribu orang)
  3. Bandara Asal Terpadat: Bandara Soekarno Hatta (2,13 juta orang)
  4. Bandara Tujuan Terpadat: Bandara Soekarno Hatta (1,05 juta orang)
  5. Terminal Asal Terpadat: Terminal Pulo Gebang (2,31 juta orang)
  6. Terminal Tujuan Terpadat: Terminal Tirtonadi (1,44 juta orang)
  7. Pelabuhan Asal Terpadat: Pelabuhan Tanjung Priok (214 ribu orang)
  8. Pelabuhan Tujuan Terpadat: Pelabuhan Tanjung Perak (158 ribu orang)
  9. Lintas Penyeberangan Terpadat: Merak – Bakauheuni (6,06 juta orang)

Persiapan Sarana dan Prasarana Angkutan Lebaran

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang, Kemenhub menyiapkan berbagai sarana transportasi, antara lain:

  • Transportasi Darat: 31.000 unit bus dengan kapasitas 1,25 juta penumpang
  • Transportasi Laut: 829 kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang dan 636 pelabuhan
  • Transportasi Penyeberangan: 255 kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 29 pelabuhan dan 15 lintas penyeberangan
  • Transportasi Udara: 392 pesawat yang siap beroperasi dengan dukungan 257 bandara
  • Kereta Api: 3.821 sarana dan prasarana di 668 stasiun

Diskon Tarif dan Program Mudik Gratis

Pemerintah juga memberikan sejumlah insentif tarif kepada masyarakat untuk mempermudah perjalanan mudik, antara lain:

  • Diskon 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan selama 20 hari di periode 12-31 Maret 2026
  • Diskon 30% untuk trayek kapal pelayaran laut PSO PELNI kelas ekonomi selama 26 hari
  • Diskon 30% tiket kereta api kelas ekonomi selama 16 hari
  • Diskon angkutan udara 17-18% untuk tiket ekonomi domestik selama 16 hari

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendorong penggunaan transportasi umum, Kemenhub menyelenggarakan program mudik gratis dengan rincian berikut:

  1. Moda darat: 401 bus untuk 34 kota tujuan di 9 provinsi dan 8 truk untuk sepeda motor, dengan kapasitas 16.074 penumpang
  2. Moda kereta api: 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor di Pulau Jawa selama periode arus mudik dan balik
  3. Moda laut: kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April

Pengaturan Lalu Lintas dan Regulasi

Kemenhub berkoordinasi dengan POLRI dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengeluarkan Surat Keputusan Bersama pengaturan Angkutan Lebaran 2026. Pembatasan kendaraan truk bermuatan berat diberlakukan dengan pengecualian untuk kendaraan pengangkut bahan bakar, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.

Menhub Dudy juga mengingatkan agar kendaraan angkutan barang mematuhi aturan muatan dan dimensi untuk memastikan keselamatan di jalan raya selama musim mudik. Usaha ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas yang diharapkan dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 secara menyeluruh.

Baca selengkapnya di: kabarsdgs.com

Berita Terkait

Back to top button