DPRD Jateng Tuntut Pemprov Lebih Kreatif Gali Potensi Aset Untuk Tambah Pendapatan Daerah yang Selama Ini Terlewat

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan daerah. Selama ini, sumber pendapatan daerah masih terlalu bergantung pada sektor yang sama, terutama dari Bank Jateng sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pajak kendaraan bermotor.

Menurut Saleh, Pemprov Jawa Tengah memiliki banyak aset yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu contohnya adalah aset tempat istirahat yang berada di ruas Tol Semarang–Solo. Jika dikelola secara profesional, fasilitas tersebut dapat berkontribusi besar sebagai sumber pendapatan baru selain pajak.

Saleh menekankan perlunya inovasi dan kreativitas agar potensi-potensi tersebut bisa dimaksimalkan. Tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan konvensional, Pemprov diharapkan membuka peluang usaha baru dan pengelolaan aset secara lebih strategis dan efisien.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, menambahkan bahwa Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) harus berperan lebih dari sekadar kegiatan akademik atau publikasi ilmiah. Menurutnya, BRIDA dapat berkontribusi dengan ikut memetakan potensi ekonomi baru yang bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

Nur Hidayat menegaskan, peran BRIDA sangat penting dalam mendukung pemerintah daerah untuk menemukan sektor-sektor inovatif dan strategis. Hal ini dapat membantu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Potensi Pendapatan yang Belum Maksimal

  1. Pengelolaan aset jalan tol dan fasilitas pendukung seperti tempat istirahat.
  2. Optimalisasi BUMD selain Bank Jateng untuk menambah basis pendapatan.
  3. Penerapan teknologi dan riset dari BRIDA dalam menemukan peluang usaha baru.
  4. Peningkatan efisiensi pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

Mengoptimalkan potensi tersebut membutuhkan sinergi antar unsur pemerintahan dan lembaga riset, serta keberanian mengambil langkah inovatif. Pendapatan yang lebih besar dapat memperkuat pendanaan program pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Tengah.

Dengan kreativitas dan pengelolaan yang lebih profesional, Pemprov diharapkan mampu menggali potensi pendapatan daerah yang selama ini terlewat. Upaya tersebut selaras dengan tuntutan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: jateng.jpnn.com

Terkait