Khofifah Pastikan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Aman Ramadhan Lebaran 2026, Strategi Lintas Sektor di Tengah Ancaman Inflasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadhan dan Lebaran melalui koordinasi intensif lintas sektor. Hal ini dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk memastikan kelancaran distribusi serta keterjangkauan harga pangan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Khofifah menyebutkan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama. Ia mengemukakan pentingnya pemantauan kondisi cuaca, kelancaran logistik, dan ketersediaan energi dari Pertamina serta laporan dari Badan Pusat Statistik dan Satgas Pangan.

Koordinasi Lintas Sektor dan Keterlibatan Kepala Daerah

Khofifah menegaskan bahwa seluruh kepala daerah di Jawa Timur, termasuk bupati, wali kota, wakil bupati, dan wakil wali kota, hadir langsung tanpa mewakilkan kepada sekretaris daerah. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

High Level Meeting TPID yang rutin digelar kali ini dipadukan dengan sinergi TP2DD. Hal ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas pengendalian inflasi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pengawasan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok.

Peran Bank Indonesia dan Dukungan Lembaga Terkait

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyatakan bahwa penggabungan HLM TPID dan TP2DD menjadi momentum penting dalam penguatan pengendalian inflasi di tingkat daerah. Menurutnya, digitalisasi memudahkan koordinasi dan pemantauan fasilitas yang dapat membantu menjaga harga bahan pokok dan pasokan di pasar.

Ibrahim juga mengapresiasi kesiapan berbagai instansi, seperti Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Pertamina yang telah memastikan pasokan bahan baku, logistik, serta energi yang dibutuhkan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran.

Program Mudik Gratis dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Selain fokus pada bahan pokok, Bank Indonesia juga memberikan perhatian khusus terhadap program mudik gratis yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Timur. Salah satu inovasi yang diapresiasi adalah fasilitas pengangkutan sepeda motor.

Menurut Ibrahim, program ini membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan selama masa mudik. Dukungan semacam ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus membantu mereka menjalankan ibadah puasa penuh khusyuk dan merayakan Lebaran dengan nyaman bersama keluarga.

Langkah Antisipatif yang Telah Dilakukan Pemerintah Jawa Timur

  1. Melakukan monitoring intensif kondisi cuaca dan dampaknya terhadap produksi pangan.
  2. Memastikan kelancaran rantai logistik mulai dari pengadaan hingga distribusi ke pasar.
  3. Mengawal ketersediaan energi dan bahan bakar yang disuplai oleh Pertamina Patra Niaga.
  4. Memantau tren harga melalui data dari Badan Pusat Statistik dan Satgas Pangan.
  5. Mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk pengawasan harga dan distribusi.
  6. Melibatkan semua pihak terkait termasuk pemerintah daerah dan lembaga pemerintah.
  7. Mendukung program mudik gratis untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kesiapan yang menyeluruh ini diharapkan dapat mendukung stabilitas ekonomi dan sosial selama periode Ramadhan dan Lebaran. Pemerintah berharap warga Jawa Timur dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang dan tidak terbebani oleh fluktuasi harga bahan pokok. Upaya sinergis antar lembaga dan teknologi digital menjadi kunci pengendalian inflasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Baca selengkapnya di: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button