Kawasan Metropolitan Rebana mengalami lonjakan investasi signifikan hingga 57,67 persen dengan realisasi modal mencapai Rp33,67 triliun sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini menjadikan Rebana sebagai magnet ekonomi baru di Jawa Barat yang kini menyumbang 11,3 persen dari total investasi nasional melalui provinsi ini.
Wilayah koridor utara Jawa Barat, mencakup Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Sumedang, berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis. Integrasi infrastruktur seperti Tol Cisumdawu, Tol Cipali, Pelabuhan Patimban, hingga Bandara Kertajati memperkuat posisi ini sebagai pilihan utama para investor.
Menurut Dedi Mulyadi, integrasi infrastruktur kelas dunia di Rebana menjadi daya tarik utama modal asing untuk berinvestasi. Infrastruktur tersebut mempermudah aktivitas logistik dan mobilitas industri, sehingga meningkatkan kepercayaan investor global untuk menanamkan modalnya.
Ketua Pelaksana Badan Pengelola Rebana, Helmy Yahya, menyatakan bahwa kawasan ini menarik berbagai investor dari luar negeri. Hong Kong menjadi penyandang komitmen terbesar dengan Rp8,97 triliun, diikuti Vietnam Rp2,96 triliun, Korea Selatan Rp1,46 triliun, China Rp1,41 triliun, dan Singapura Rp1,22 triliun.
Helmy berharap investasi besar tersebut dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat. Proyek Rebana diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Data makro ekonomi menunjukkan tren positif, di mana pertumbuhan ekonomi Rebana pada triwulan III 2025 mencapai 5,53 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi rata-rata Jawa Barat maupun nasional, menandakan efek pembangunan kawasan yang mulai nyata.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan angka pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana mencapai 7,44 persen pada 2030. Selain itu, mereka berencana menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1,78 juta orang di masa mendatang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Jawa Barat akan memprioritaskan akselerasi investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan Rebana menjadi tumpuan utama lompatan ekonomi tidak hanya bagi Jawa Barat, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
Komitmen Investasi Berdasarkan Negara
- Hong Kong — Rp8,97 triliun
- Vietnam — Rp2,96 triliun
- Korea Selatan — Rp1,46 triliun
- China — Rp1,41 triliun
- Singapura — Rp1,22 triliun
Pertumbuhan investasi di Rebana menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi yang mengarah pada transformasi wilayah menjadi pusat industri dan logistik terpadu. Hal ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Jawa Barat sebagai kontributor utama dalam perekonomian nasional.
Langkah strategis ke depan akan terus difokuskan pada sinergi antara pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kedua hal ini ditekankan untuk mendorong proses industrialisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Rebana.
Baca selengkapnya di artikel sumber: www.antaranews.com




