Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi besar-besaran di depan Polda Jawa Tengah. Mereka memadati Jalan Pahlawan meskipun hujan lebat melanda pada Kamis sore hingga petang dengan tuntutan utama reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
Aksi tersebut juga menuntut transparansi penanganan kasus-kasus yang melibatkan oknum anggota kepolisian. Dorongan aksi ini dipicu oleh dugaan penganiayaan seorang pelajar oleh aparat hingga meninggal dunia di Maluku beberapa waktu terakhir.
Aksi Terus Berlangsung Hingga Waktu Buka Puasa
Dalam pelaksanaan aksi, arus lalu lintas di Jalan Pahlawan menuju Simpanglima sempat ditutup sementara. Namun jalur arah sebaliknya tetap dibuka agar kendaraan dapat dialihkan dan kemacetan terhindarkan.
Para mahasiswa tetap bertahan hingga malam hari meskipun cuaca hujan deras dan waktu magrib telah tiba. Bahkan seorang anggota polisi mengumandangkan azan menggunakan pengeras suara di lokasi aksi sebagai bentuk penghormatan waktu berbuka puasa.
Sejumlah pejabat dan anggota kepolisian juga muncul dari dalam Polda Jawa Tengah untuk membagikan air minum kepada peserta aksi. Hal ini menunjukan bentuk perhatian terhadap kondisi para mahasiswa yang berjuang dalam hujan.
Tuntutan Mahasiswa Untuk Reformasi Polri dan Transparansi Kasus
Presiden Mahasiswa BEM Unnes, Septia Linasari, menyampaikan bahwa tuntutan mahasiswa tidak hanya sebatas jargon. Ia menekankan perlunya reformasi Polri secara menyeluruh dan juga pembentukan tim khusus reformasi Polri yang sampai saat ini belum mendapat perhatian serius.
Selain reformasi internal, mahasiswa juga menuntut keterbukaan dalam penyelesaian kasus yang melibatkan aparat. Contohnya adalah kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di Maluku serta penembakan almarhum Gamma di Semarang.
Kasus-kasus lain seperti masalah yang menimpa mahasiswa bernama Iko di Unnes juga disebut belum terlihat kejelasan status penyelidikannya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi dalam proses hukum oleh instansi kepolisian.
Dampak Sosial dan Respon Masyarakat
Aksi mahasiswa yang berlangsung dalam kondisi ekstrem ini menunjukkan tingkat kepedulian generasi muda terhadap penyelenggaraan hukum yang adil dan profesional. Mereka menilai reformasi Polri merupakan kebutuhan mendesak guna memperbaiki citra dan fungsi kepolisian.
Pihak kepolisian yang turut hadir dan memberikan bantuan selama aksi berlangsung diharapkan dapat menjadi awal dialog konstruktif antara mahasiswa dan aparat keamanan. Hal tersebut penting agar aspirasi masyarakat didengar dan ditindaklanjuti secara nyata.
Dengan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan latar belakang, mobilisasi ini mencerminkan kekuatan kolektif untuk mendorong perubahan dalam tubuh institusi kepolisian di Jawa Tengah. Aksi semacam ini kerap menjadi katalis penting bagi kemajuan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.
Baca selengkapnya di artikel sumber: mediaindonesia.com




