Sejumlah ruas jalan provinsi di Jawa Tengah masih banyak yang berlubang dan belum diperbaiki secara tuntas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para calon pemudik yang akan melintasi jalur tersebut selama masa mudik Lebaran.
Febrianto (42), warga Blora yang akan mudik dari Semarang ke kampung halamannya, mengaku antusias sekaligus resah. Ia menyebut lubang jalan sering dijumpai di beberapa titik seperti Semarang-Purwodadi, Jalan Lingkar Utara Purwodadi, dan jalan Ngawen-Blora.
Menurut Febrianto, lubang tersebut memiliki kedalaman antara 10 sampai 15 sentimeter dan lebar yang bisa mencapai satu meter. Bahkan, di wilayah Ngawen, Blora, terdapat ruas jalan retak sepanjang sekitar satu kilometer, yang diduga akibat kondisi tanah labil.
Febrianto menduga perbaikan jalan selama ini belum optimal meski gubernur sudah berganti beberapa kali. Ia berharap penggunaan teknologi yang lebih baik untuk menghasilkan perbaikan jalan yang aman dan nyaman, bukan sekadar tambalan yang tidak rata.
Sementara itu, Arif Suyono (33), warga Batang yang juga akan mudik, merasakan hal serupa. Ia menyatakan, jalan pantura dari Semarang ke Batang penuh lubang kecil dan besar. Arif memiliki alternatif melewati jalur Kendal atas, namun jalur tersebut lebih jauh dan juga masih ditemukan lubang di beberapa titik.
Arif menambahkan lubang paling banyak ditemukan di Kecamatan Wonotunggal dan Blado dengan kedalaman sekitar 10 cm dan lebar 5-10 cm. Penyebab kerusakan diduga karena sering dilewati truk bertonase tinggi dan intensitas hujan yang sering turun.
Kondisi minim penerangan jalan di jalur pantura dan provinsi menambah risiko bagi pengendara, terutama saat malam hari. Arif pun menghindari berkendara malam untuk menghindari bahaya lubang yang sulit terlihat.
Ia berharap pemerintah melakukan pemantauan kondisi jalan secara rutin dan memperbaiki jalan secara menyeluruh. Arif menilai kualitas jalan ibarat wajah Jawa Tengah. Jalanan yang mulus akan menimbulkan kesan positif terhadap kinerja pemerintah.
Status Perbaikan Jalan dan Anggaran Tahun 2026
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengakui masih terdapat sekitar 3.000 lubang jalan yang belum diperbaiki dari total 17.000 lubang yang ada di ruas jalan provinsi sepanjang 2.440 kilometer.
Wilayah yang paling banyak lubang adalah Semarang, Tegal, Pati, dan Grobogan. Henggar menargetkan seluruh lubang dapat diperbaiki paling lambat dua pekan sebelum Lebaran.
Anggaran penanganan jalan tahun ini mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar Rp 300 miliar, dari sebelumnya Rp 1 triliun. Meski demikian, Henggar memastikan upaya perbaikan dan pemantauan jalan akan dilakukan dengan maksimal setiap hari agar jalan aman dan nyaman untuk dilintasi pemudik.
Perkiraan Volume Mudik dan Harapan Pemerintah
Kementerian Perhubungan memperkirakan arus mudik Lebaran di Jawa Tengah mencapai 17,7 juta orang yang masuk, dengan total pergerakan penduduk sekitar 38,7 juta orang selama periode tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kondisi jalan yang baik sudah mencapai 94 persen. Perbaikan akan terus dilakukan dan diharapkan rampung sebelum musim mudik.
Luthfi menegaskan alasan jalan harus dalam kondisi baik adalah untuk keselamatan berlalu lintas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah tersebut.
Dengan langkah perbaikan dan pengawasan ketat, diharapkan infrastruktur jalan di Jawa Tengah bisa mendukung kelancaran dan kenyamanan arus mudik yang menjadi salah satu tradisi besar masyarakat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kompas.id