50 Persen Pemudik Lintasi Jateng, Polda All Out Siapkan Operasi Ketupat Candi 2026 Demi Keselamatan dan Kenyamanan Lebaran

Sekitar 50 persen pemudik Lebaran diperkirakan melintasi wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini menjadikan Jawa Tengah sebagai jalur vital dalam pergerakan mudik nasional.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) pun menyiapkan Operasi Ketupat Candi 2026 secara maksimal guna melayani masyarakat selama arus mudik Lebaran.

Posisi Strategis Jawa Tengah sebagai Jalur Mudik
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa posisi Jawa Tengah sangat strategis sebagai tulang punggung arus mudik. Jalur ini menghubungkan sebagian besar perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Artanto menyebutkan, “Sekitar 50 persen pemudik melintas di wilayah hukum Polda Jateng. Karena itu, kami melakukan persiapan maksimal.” Pernyataan tersebut disampaikan saat berbuka puasa bersama wartawan di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng.

Persiapan Operasi Ketupat Candi 2026
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, menginstruksikan pelaksanaan Operasi Ketupat Candi sebagai operasi kemanusiaan yang dimulai sejak 15 Maret. Ribuan personel kepolisian disiagakan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Puluhan pos pengamanan dan pos pelayanan didirikan di jalur tol serta jalan arteri untuk memberikan pelayanan optimal kepada pemudik. Setiap pos tidak hanya memberikan pengamanan lalu lintas, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

Beberapa fasilitas tersebut meliputi layanan perbengkelan bagi pemudik yang mengalami kendala kendaraan. Bahkan, di beberapa titik tersedia minuman gratis, termasuk kopi, untuk membantu menjaga stamina para pemudik.

Penanganan Khusus untuk Pemudik Roda Dua
Guna mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan, Polda Jateng memberikan perhatian khusus kepada pemudik roda dua. Rombongan pemotor dari Jakarta yang menuju timur Jawa Tengah mendapat pengawalan ketat.

Setibanya di Brebes, yang dikenal sebagai “titik lelah” bagi pengendara, pemotor dianjurkan untuk beristirahat. Setelah istirahat, pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju Semarang.

Sementara sepeda motor akan diangkut menggunakan kendaraan pengangkut seperti truk. Strategi ini dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kesempatan pemudik untuk istirahat.

Layanan Darurat dan Komitmen Polda Jateng
Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan darurat 110 jika menghadapi kendala selama perjalanan. Dalam satu panggilan darurat, personel polisi terdekat dari Polsek atau Polres dapat segera memberikan bantuan.

Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa seluruh personel Polda Jateng akan bekerja secara all-out untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan selama arus mudik Lebaran.

Dengan persiapan matang dan fasilitas lengkap, diharapkan operasi ini mampu mengurangi kemacetan, mengantisipasi kecelakaan, dan memastikan masyarakat tiba di tujuan dengan selamat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.krjogja.com

Berita Terkait

Back to top button