Tim Gegana Polda Jawa Timur langsung melakukan sterilisasi lokasi setelah terjadinya ledakan mercon di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo. Insiden tersebut menewaskan satu remaja dan melukai dua orang lainnya pada Ahad sore sekitar pukul 17.15 WIB.
Personel Gegana dengan seragam lengkap menyisir rumah korban untuk memastikan tidak ada bahan peledak sisa yang berbahaya. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh mulai dari lokasi ledakan hingga area belakang rumah yang terdampak.
Pada Senin pagi, Tim Gegana kembali melakukan olah TKP lanjutan selama dua jam. Mereka berhasil mengidentifikasi jenis bahan peledak racikan yang digunakan dalam insiden tersebut.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dian Vicky Sandhi, menyebutkan dugaan sementara berat bahan peledak mencapai sekitar 5 kilogram dari ukuran kawah ledakan yang dalamnya sekitar 5 sentimeter. Hal ini diperoleh berdasarkan analisis kondisi lokasi dan sisa ledakan.
Petugas juga menemukan selongsong petasan dan komponen booster kelengkeng di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil investigasi awal, bahan peledak tersebut mengandung unsur belerang, potas, dan booster kelengkeng, sehingga termasuk kategori low explosive atau black powder.
Penyebab ledakan masih diselidiki lebih lanjut dengan menunggu hasil laboratorium forensik. Diduga insiden dipicu oleh percikan api, namun sumber pasti percikan itu belum teridentifikasi.
Selama bulan Ramadan, Tim Gegana telah menangani beberapa kasus ledakan petasan. Salah satunya di Situbondo yang menewaskan dua korban. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 23 kasus ledakan petasan yang berhasil ditangani oleh tim ini.
Korban tewas dalam insiden ini adalah R, remaja berusia 16 tahun. Dua korban luka, AF (20) dan HA (23), segera mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Hardjono setelah mengalami luka serius.
Dengan langkah sterilisasi dan olah TKP yang cepat serta akurat, Tim Gegana berupaya mencegah terjadinya insiden susulan sekaligus mengungkap penyebab ledakan secara tuntas. Penanganan profesional ini penting untuk mengurangi risiko dari penggunaan bahan peledak ilegal di masyarakat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: gemasuryafm.com








