Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat mengimbau seluruh agen travel umrah di wilayahnya untuk menunda keberangkatan jemaah sampai situasi di Timur Tengah kembali kondusif. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut yang memicu kekhawatiran masyarakat.
Meskipun demikian, operasional penerbangan dari dan menuju Arab Saudi tetap berjalan normal tanpa hambatan. Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyatakan bahwa saat ini masih terdapat sekitar 3.000 jemaah asal Jawa Barat yang sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Boy menegaskan bahwa tidak ada penutupan bandara di Arab Saudi, dan maskapai penerbangan yang biasa melayani rute umrah tetap beroperasi seperti biasa. Jemaah nantinya akan kembali ke Indonesia dengan penerbangan langsung menggunakan Saudi Airlines, Lion Air, atau Garuda setelah menyelesaikan rangkaian ibadahnya.
Jumlah travel umrah yang beroperasi di Jawa Barat cukup signifikan, yaitu mencapai 649 penyelenggara. Kemenhaj Jawa Barat meminta agar agen-agen travel mempertimbangkan untuk menjadwalkan ulang keberangkatan yang belum mendesak demi menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah.
Beberapa poin penting terkait keputusan penundaan ini antara lain:
1. Travel umrah didorong untuk melakukan rescheduling keberangkatan yang belum mendesak.
2. Maskapai memberikan opsi reschedule bagi penumpang.
3. Tidak terjadi penutupan penerbangan menuju Arab Saudi.
4. Ribuan jemaah asal Jabar masih menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Mengenai jumlah jemaah yang secara resmi sudah menunda keberangkatan, Boy menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu data dari pusat. Hal ini dikarenakan pencatatan keberangkatan dilakukan melalui sistem SISKOPATU, sehingga data resmi baru bisa diperoleh setelah jemaah terdaftar dalam sistem tersebut.
Imbauan menunda keberangkatan ini menjadi salah satu upaya pencegahan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah umrah. Pihak otoritas akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah untuk menentukan waktu yang tepat bagi pelaksanaan perjalanan ibadah kembali normal.
Kemenhaj Jawa Barat juga berkoordinasi dengan berbagai maskapai dan agen travel untuk mengakomodasi kebutuhan reschedule serta menjaga kelancaran layanan bagi para jemaah. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski ada ketegangan di wilayah Timur Tengah, pemerintah tetap berupaya menjaga kelangsungan ibadah umrah bagi masyarakat Jawa Barat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com






