BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem Mengancam Jawa Timur, Siapkan Diri Hadapi Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Hingga 10 Maret

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur Hingga 10 Maret

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur hingga 10 Maret. Peringatan tersebut mengajak masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyatakan bahwa intensitas hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang disertai kilat dan angin kencang selama periode ini. Dia juga menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke kemarau, di mana dinamika atmosfer menjadi lebih aktif dan berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Wilayah Terdampak dan Dampak Cuaca Ekstrem

Wilayah yang berpotensi mengalami dampak cuaca ekstrem cukup luas. Berikut daftar daerah-daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:

  1. Pacitan
  2. Ponorogo
  3. Trenggalek
  4. Tulungagung
  5. Blitar
  6. Kediri
  7. Malang
  8. Lumajang
  9. Jember
  10. Banyuwangi
  11. Bondowoso
  12. Situbondo
  13. Probolinggo
  14. Pasuruan
  15. Sidoarjo
  16. Mojokerto
  17. Jombang
  18. Nganjuk
  19. Madiun
  20. Magetan
  21. Ngawi
  22. Bojonegoro
  23. Tuban
  24. Lamongan
  25. Gresik
  26. Bangkalan
  27. Sampang
  28. Pamekasan
  29. Sumenep

Kota-kota seperti Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Surabaya, dan Batu juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Penyebab dan Kondisi Atmosfer

Fenomena cuaca ekstrem ini disebabkan oleh gangguan atmosfer yang kompleks. Taufiq menjelaskan bahwa terdapat pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan gelombang Rossby yang sedang melintasi wilayah Jawa Timur.

Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih menunjukkan kondisi hangat. Ditambah lagi, atmosfer dalam di zona ini berada dalam kondisi labil. Kombinasi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif secara masif yang mudah memicu curah hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang.

Analisis terhadap pola angin pada ketinggian 3.000 feet menunjukkan dominasi angin baratan dengan pola konvergensi. Kecepatan angin pun tercatat meningkat hingga 25 knot, yang semakin memperkuat potensi timbulnya cuaca buruk.

Imbauan dan Antisipasi

BMKG Juanda menghimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Antisipasi terhadap potensi banjir dan longsor sangat diperlukan mengingat hujan dengan intensitas tinggi berpeluang menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat disarankan untuk memonitor perkembangan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Selain itu, pihak berwenang diminta agar memperkuat sistem peringatan dini dan langkah mitigasi bencana di daerah rawan.

Informasi cuaca dan update potensi bencana ini akan terus dipantau hingga masa peralihan musim selesai, agar mitigasi dapat dilakukan secara tepat waktu. Dengan langkah antisipasi yang matang, dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur diharapkan dapat diminimalisir.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button