Puluhan dai dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dalam Saresehan Dakwah dan Silaturahmi Dai yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Yayasan Hajatan Toyyibah, Bandung. Acara ini menjadi wadah konsolidasi dalam memperkuat dakwah di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Sebanyak 50 dai dari lintas wilayah seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Kota Bandung, hingga Garut hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi gerakan dakwah. Forum yang digagas oleh Krops Muballigh Hidayatullah (KMH) Jawa Barat bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Barat ini mewujudkan kesadaran kolektif akan pentingnya dukungan sistem dan barisan rapi dalam dakwah.
Penguatan Gerakan Dakwah di Jawa Barat
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Ahmad Maghfur, menegaskan bahwa Gedung Dakwah Hidayatullah bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan simbol komitmen membangun peradaban melalui dakwah. “Gedung dakwah bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah simbol keseriusan kita dalam membangun peradaban melalui dakwah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah Jawa Barat, Ustadz Asep Juhana, memandang saresehan ini sebagai momen untuk mengembangkan model dakwah perkotaan yang lebih terarah dan berdampak luas. Dengan kepemimpinan yang solid dan sistem yang terorganisir, dakwah diprediksi dapat menjawab tantangan masyarakat saat ini.
Sekretaris Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Andi Ahmad Suhendra, yang memandu jalannya diskusi menekankan pentingnya sistem serta solidaritas dalam gerakan dakwah. “Dakwah membutuhkan sistem. Barisan harus rapi dan bergerak dalam satu komando,” katanya, menekankan efektivitas dalam pelaksanaan dakwah di lapangan.
Tiga Pilar Kekuatan Dai
Dalam pola dakwah yang efektif, seorang dai harus memiliki tiga kekuatan utama, yaitu spiritual, fisik, dan finansial. Penegasan ini disampaikan Ustadz Anton dari Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Barat sebagai fondasi agar dakwah dapat berlangsung kuat dan berkelanjutan.
Peran Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sangat vital dalam mendukung ketiga kekuatan tersebut. Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Marsono, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen membantu memperkuat gerakan dakwah melalui dukungan program serta penguatan para dai. “BMH ingin menjadi bagian dari penguatan dakwah para dai. Ketika dai kuat, masyarakat akan semakin terbina, dan pembangunan umat dapat berjalan lebih kokoh,” tuturnya.
Moment Kebersamaan dan Dukungan Langsung
Saresehan ditutup dengan acara buka bersama yang menambah kehangatan kebersamaan para dai. Pada kesempatan tersebut, BMH menyalurkan dukungan berupa buka puasa dan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para dai dalam membina umat. Langkah ini menjadi simbol nyata dari sinergi lintas elemen dalam memperkuat dakwah.
Program saresehan ini menjadi tonggak awal untuk membangun gerakan dakwah yang lebih terstruktur di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Dengan menyatukan visi dan memperkokoh kolaborasi, para dai diharapkan mampu menggerakkan umat menuju pembangunan sosial dan keagamaan yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: bmh.or.id