Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Pemkot Semarang Bergerak Cepat Tangani Banjir dan Kerusakan di Permukiman Warga

Tanggul Sungai Plumbon jebol pada Rabu dini hari pukul 02.00 WIB. Kejadian ini menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke permukiman warga di sekitar Sungai Plumbon, Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang segera melakukan penanganan darurat untuk mengatasi dampak dari jebolnya tanggul tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa pengelolaan Sungai Plumbon berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS). Meski begitu, Pemkot tetap turun tangan membantu warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul.

Agustina menjelaskan bahwa meskipun tanggul tersebut menjadi tanggung jawab BBWS, kondisi darurat menyebabkan Pemkot harus segera bergerak demi keselamatan warga. Saat ini, genangan air sudah mulai surut, namun menyisakan lumpur yang langsung dibersihkan oleh tim tanggap darurat di lapangan.

Penanganan yang dilakukan Pemkot Semarang melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Upaya tersebut meliputi pembenahan tanggul secara darurat dan mitigasi dampak banjir agar tidak meluas. Wali Kota juga menyebutkan bahwa normalisasi Sungai Plumbon sempat tertunda sejak pandemi Covid-19, sehingga kondisi tanggul rentan mengalami kerusakan.

Langkah Penanganan Darurat Pemkot Semarang:

  1. Evakuasi dan pengamanan warga terdampak air meluap.
  2. Pembersihan lumpur dan material dari wilayah permukiman.
  3. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
  4. Penguatan tanggul sementara untuk mencegah jebol susulan.
  5. Peninjauan lanjutan untuk normalisasi sungai pasca-pandemi.

Pemkot Semarang menegaskan tetap memprioritaskan keselamatan warga dan akan terus memantau kondisi di sekitar Sungai Plumbon. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika terjadi peningkatan debit air yang dapat mengancam kerusakan tanggul kembali.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur sungai secara berkala guna mencegah kerusakan yang berdampak besar pada lingkungan dan warga sekitar. Diharapkan proyek normalisasi sungai yang tertunda segera dilanjutkan agar kejadian serupa dapat diminimalisir.

Pemkot Semarang bersama BBWS berkomitmen melakukan langkah-langkah strategis agar keamanan tanggul dan kelancaran aliran sungai tetap terjaga. Penanganan darurat yang dilakukan menjadi langkah awal untuk meminimalisir risiko bencana banjir di masa mendatang.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button