Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil melampaui target pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada triwulan pertama 2026. Hingga awal Maret, GPM telah digelar sebanyak 333 kali, melewati target awal sebanyak 308 kali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyatakan bahwa peningkatan jumlah pelaksanaan GPM ini menunjukkan keberhasilan program dalam menjangkau masyarakat. GPM digelar secara serentak di 35 kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadan.
Komoditas Pangan yang Disalurkan
Beberapa komoditas utama yang disalurkan melalui GPM meliputi:
- Beras: 74 ton
- Gula pasir: 7.250 kilogram
- Minyak goreng: 21.000 liter
- Telur ayam ras: 11.500 kilogram
- Bawang putih: 3.400 kilogram
Dyah Lukisari mengapresiasi dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kerja sama ini dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga kelancaran dan efektivitas gerakan.
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai Jadi Pengecualian
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai harga bahan pokok di wilayahnya relatif stabil meski terdapat lonjakan harga pada komoditas cabai. Harga cabai rata-rata di konsumen mencapai Rp 81.000 per kilogram, naik 42,2 persen dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp 57.000 per kilogram.
Luthfi menilai GPM sebagai langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang dapat dijangkau. Hal ini juga menjadi upaya penting dalam menekan inflasi di tingkat daerah.
Antusiasme Masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah
Masyarakat, terutama di Kota Semarang, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendapatkan kebutuhan pokok melalui GPM. Seorang warga Semarang Barat, Eni, menyatakan bahwa harga minyak dan beras yang lebih murah sangat membantu selama masa mudik dan Ramadan.
Harga minyak goreng yang biasanya berkisar antara Rp 19.000 sampai Rp 20.000 per liter, dalam GPM hanya sekitar Rp 15.500. Beras premium yang biasa dijual Rp 16.000 per kilogram dijual seharga Rp 62.500 untuk 5 kilogram selama gerakan berlangsung.
Melalui pemantauan langsung dan dukungan lintas instansi, GPM di Jawa Tengah terus meningkatkan frekuensi pelaksanaan serta memperluas jangkauan distribusinya. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas harga dan ketersediaan pangan untuk masyarakat luas pada tahun ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: regional.kompas.com






