Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, meresmikan Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Lapas Kelas IIB Banjar. Langkah ini diambil untuk memperkuat layanan pemasyarakatan di wilayah Priangan Timur dan meningkatkan akses bagi warga binaan serta masyarakat sekitar.
Pos Bapas yang baru berdiri di Lapas Banjar ini bertujuan memangkas jarak pelayanan yang selama ini membuat klien pemasyarakatan di Banjar harus ke Bapas induk di Garut. Dengan kehadiran Pos Bapas, semua urusan administratif dan pembimbingan kini dapat diselesaikan langsung di lokasi Lapas Banjar. Kusnali menegaskan, “Ini lebih efisien dan efektif bagi penerima manfaat, baik warga binaan maupun klien pidana.”
Selain Pos Bapas, Kusnali juga meresmikan dua fasilitas pendukung lainnya yaitu Layanan Kunjungan dan Taman Baca. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan warga binaan selama menjalani proses pembinaan. Peresmian tersebut juga merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Hukum dan HAM agar setiap kabupaten atau kota memiliki akses layanan Bapas meskipun belum memiliki kantor induk.
Kusnali menambahkan, pembentukan Pos Bapas ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Aturan baru ini memfasilitasi alternatif sanksi pidana selain penahanan, guna mengurangi beban lembaga pemasyarakatan yang mengalami over kapasitas.
Data terbaru menunjukkan, kapasitas seluruh Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) Jawa Barat hanya mampu menampung sekitar 18.000 tahanan. Namun, jumlah penghuni saat ini mencapai 26.431 orang, sehingga terjadi over kapasitas sekitar 46 persen. Kusnali berharap, penerapan restorative justice dalam aturan baru dapat mengurangi jumlah narapidana dengan cara memberikan pidana pengawasan atau kerja sosial bagi kasus dengan tuntutan hukuman kurang dari lima tahun.
Peresmian Pos Bapas juga dilakukan secara bersamaan di Lapas Ciamis sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pemasyarakatan di wilayah Priangan Timur. Selain fokus pada peresmian, kunjungan kerja ini juga merupakan rangkaian Safari Ramadan keenam yang dilakukan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat. Kusnali menegaskan bahwa agenda Safari bertujuan mempererat silaturahmi dengan Unit Pelaksana Teknis dan pemerintah daerah serta memastikan program pembinaan berjalan optimal selama bulan suci.
Dengan langkah ini, diharapkan layanan pemasyarakatan di Priangan Timur semakin optimal dan warga binaan mendapat pembinaan yang lebih efektif. Pos Bapas di Lapas Banjar menjadi contoh nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan dan menyelesaikan persoalan klasik kepadatannya lembaga pemasyarakatan kawasan ini.
