Pemprov Jatim Kaji Pembangunan LRT Surabaya Barat ke Timur, Tantangan Fiskal dan Integrasi Transportasi Jadi Kunci Keberhasilan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengkaji pembangunan sistem Light Rail Transit (LRT) baru yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Surabaya. Kajian ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam rangka modernisasi transportasi perkotaan di Surabaya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa kajian ini berbeda dari proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang hanya peningkatan jalur kereta api yang sudah ada. Pembangunan LRT ini bertujuan menjangkau rute-rute strategis yang selama ini belum terlayani, khususnya mobilitas dari barat ke timur Surabaya.

Hasil studi saat ini menunjukkan bahwa moda LRT paling sesuai untuk karakter mobilitas di Surabaya, karena sistemnya yang ringkas dan efisien untuk kawasan perkotaan padat. Emil menambahkan, kajian ini juga mendalami konsep pengelolaan transportasi aglomerasi terintegrasi ala Inggris.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian khusus pada model Transport for London (TfL) yang sukses mengelola transportasi di Greater London. Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik diharapkan bisa mengadaptasi konsep serupa demi integrasi antara KAI, Dinas Perhubungan, hingga kepolisian dalam satu sistem manajemen.

Emil menekankan, pembangunan transportasi publik berskala besar memerlukan komitmen fiskal yang kuat dan keberlanjutan pendanaan. Oleh karena itu, proyek LRT ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada swasta dan perlu kajian menyeluruh terkait kondisi fiskal pusat, provinsi, dan kota.

Pertemuan antara Emil dan Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden dan Perdana Menteri Inggris. Peter menyatakan optimistis terhadap kolaborasi yang dapat memperkuat pembangunan infrastruktur urban di Surabaya dan sekitarnya.

Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada percepatan proyek-proyek infrastruktur perkotaan, termasuk LRT yang dianggap menjadi solusi strategis untuk mengatasi kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah metropolitan Surabaya. Studi teknis dan pembahasan mekanisme pendanaan masih dalam tahap penajaman.

Berikut beberapa poin penting terkait kajian pembangunan LRT Surabaya:

1. Rute LRT diarahkan dari wilayah barat menuju timur Surabaya yang selama ini belum terjangkau.
2. Moda LRT dipilih karena ringkas dan efisien untuk area kota padat.
3. Model pengelolaan akan mengacu pada Transport for London agar terintegrasi antara berbagai instansi.
4. Proyek memerlukan komitmen fiskal dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota.
5. Kerja sama dengan Inggris diharapkan mempercepat dan memperkuat pengembangan infrastruktur.

Pengembangan LRT ini diharapkan bukan hanya meningkatkan konektivitas antarkawasan, tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemudahan mobilitas masyarakat di Surabaya Raya. Pemerintah daerah terus mengkaji sejak tahap teknis hingga model pendanaan yang paling tepat demi keberlangsungan proyek transportasi ini.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com

Berita Terkait

Back to top button