Kasus Campak Melonjak Drastis di Jabar, Dinkes Ingatkan Imunisasi Wajib Sebelum Mudik Lebaran untuk Cegah Penularan

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melaporkan peningkatan signifikan kasus campak hingga bulan Maret. Pada periode Januari-Februari, tercatat ada 252 kasus campak di wilayah tersebut.

Data ini menunjukkan lonjakan drastis jika dibandingkan dengan total kasus sepanjang 2024 yang hanya 271. Tahun sebelumnya, tepatnya pada 2025, kasus campak mencapai 1.785.

Faktor Penularan Campak di Masa Mudik Lebaran
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani, mengingatkan bahwa virus campak sangat mudah menyebar. Penularan utama terjadi lewat percikan batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, maupun melalui benda yang terkontaminasi.

Momen Idulfitri berpotensi memperluas penularan karena mobilitas warga meningkat dan banyak pertemuan sosial terjadi. Oleh sebab itu, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan selama masa mudik.

Upaya Pencegahan dan Imunisasi Campak
Langkah paling efektif adalah melengkapi imunisasi campak hingga dosis kedua, terutama bagi anak usia 9-59 bulan. Saat ini, program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serempak sedang berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Masyarakat dapat membawa anak-anaknya untuk mendapatkan imunisasi di posyandu, puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, serta tempat ibadah termasuk pos pelayanan mudik.

Penerapan Pola Hidup Sehat
Di samping imunisasi, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga sangat dianjurkan untuk mencegah penyebaran campak. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan memakai masker saat sakit menjadi kunci utama.

Jika muncul gejala seperti demam dan ruam, warga disarankan menjalankan isolasi mandiri serta menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan di sekitarnya.

Panduan singkat pencegahan campak saat mudik:

  1. Lengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua untuk anak usia 9-59 bulan.
  2. Gunakan masker di tempat keramaian dan saat sakit.
  3. Rutin cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
  4. Hindari kontak langsung dengan orang yang menunjukkan gejala campak.
  5. Segera lakukan isolasi mandiri jika mengalami gejala demam dan ruam.

Dinkes Jawa Barat terus menggiatkan sosialisasi dan imunisasi guna menekan angka penularan campak di tengah mobilitas tinggi selama Lebaran. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menghindari risiko tertular penyakit ini.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: rejabar.republika.co.id

Terkait