Polda Jateng dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Ribuan Warga Rayakan Lebaran dengan Harga Terjangkau

Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Perum Bulog mengadakan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.

Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Latif Usman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diluncurkan serentak di seluruh Indonesia. Program ini fokus pada menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan untuk masyarakat luas.

Gerakan Pangan Murah tidak hanya digelar di tingkat provinsi, tetapi juga dilakukan oleh 35 Polres di seluruh Jawa Tengah. Polda Jawa Tengah menggandeng Perum Bulog agar penyaluran bahan pokok bisa berjalan optimal dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tahun sebelumnya, Polda Jawa Tengah bersama Bulog telah menyalurkan beras sebanyak lebih dari 52 juta kilogram. Dari target 11,7 juta penerima, realisasi penyaluran mencapai sekitar 7,4 juta warga. Pada tahun ini, komitmen penyaluran akan terus ditingkatkan agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menerima manfaat.

Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tahun ini, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bahan pokok secara langsung. Bahan yang disiapkan meliputi 78.600 kilogram beras, 82 ribu kilogram telur, 11.280 liter minyak goreng, dan 1.448 kilogram gula pasir. Target pendekatan program ini adalah sekitar 78 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Brigjen Latif berharap dengan adanya kegiatan pasar murah ini, kebutuhan pangan masyarakat khususnya menjelang Lebaran dapat terpenuhi. Masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya bersama keluarga dengan lebih tenang dan nyaman tanpa khawatir soal harga bahan pokok.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Muniati, menyatakan stok beras pemerintah di wilayah ini dalam kondisi aman dan terjaga. Saat ini, cadangan beras pemerintah yang tersedia mencapai sekitar 370 ribu ton, sehingga pasokan tidak menjadi masalah bagi masyarakat.

Bulog juga akan memperluas distribusi beras Sistem Pengadaan Harga Pembelian (SPHP) agar lebih mudah diakses masyarakat. Selain itu, bantuan pangan akan diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka juga dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Polda Jawa Tengah dan Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jawa Tengah. Program ini sangat penting menjelang akhir Ramadan dan Hari Raya Idulfitri agar kondisi pasar tetap kondusif.

Sejumlah warga mengaku senang dengan pelaksanaan program tersebut. Wagino dari Genuk Semarang mengungkapkan kegembiraannya karena bisa membeli beras berkualitas dengan harga murah. Harga beras SPHP dijual Rp 56.000, minyak goreng Rp 31.000, dan gula pasir Rp 17.000, lebih rendah dibanding harga pasar umum.

Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan warga jelang Lebaran. Langkah bersama dari Polda dan Bulog juga memperkuat langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah. Gerakan Pangan Murah menjadi solusi nyata bagi masyarakat mendekati momen hari raya.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: metrojateng.com

Terkait