Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengadopsi strategi baru dalam pembinaan atlet guna menyiapkan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara. Salah satu inovasi utama adalah penerapan sistem visual coaching sebagai alat bantu pelatih cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas latihan secara terstruktur.
Visual coaching merupakan hasil kolaborasi antara KONI Jatim dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dirancang sebagai panduan lengkap bagi pelatih dalam menyusun program latihan. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan program latihan diinput ke dalam platform khusus sehingga proses pemantauan dan evaluasi berjalan efisien.
Setiap pelatih diwajibkan merancang program latihan yang terdiri dari dua komponen utama. Pertama, latihan umum sebagai fondasi pembinaan atlet, dan kedua, latihan spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta target individu atlet.
Pendampingan dari Badan Pelaksana Pusat Latihan Daerah (Bapel Puslatda) serta Badan Sport Science (BSS) KONI Jatim menjadi bagian penting dalam strategi ini. Mereka bertugas memastikan metode pelatihan terstandar dan memiliki pola yang seragam meskipun berasal dari berbagai cabang olahraga.
Rapat koordinasi pelatih direncanakan pasca Lebaran, di mana para pelatih akan mempresentasikan program latihan yang telah disusun. Tim Bapel Puslatda dan BSS akan melakukan telaah dan evaluasi guna memastikan efektivitas dan kesesuaian metode latihan dengan target prestasi.
Muhammad Nabil menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya untuk persiapan PON Bela Diri 2026, tetapi juga strategi jangka panjang dalam pembinaan atlet Jawa Timur. Fokus berikutnya adalah persiapan Babak Kualifikasi PON 2028 sebagai langkah awal menuju PON 2028.
Pelaksanaan sistem visual coaching direncanakan mulai aktif pada April dengan tahap persiapan yang meliputi penentuan target event, pengembangan program latihan, hingga persiapan menghadapi berbagai kompetisi. Pendekatan berbasis sport science ini diharapkan memberikan peningkatan performa atlet secara signifikan.
Dengan sistem yang lebih terarah dan evaluasi yang berkelanjutan, KONI Jatim optimistis dapat meningkatkan peluang meraih medali sebanyak-banyaknya pada PON Bela Diri 2026 maupun ajang olahraga nasional lainnya. Strategi ini juga akan memperkuat pembinaan atlet dalam jangka panjang demi keberhasilan prestasi olahraga Jawa Timur.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: konijawatimur.co








