Gubernur Jateng Tegaskan Jangan Ajak Saudara Merantau ke Jakarta, Kerja Keras di Kampung Halaman!

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau warga Jateng yang mengikuti program mudik gratis agar tidak mengajak teman atau saudara merantau ke Jakarta. Imbauan tersebut ditekankan saat Luthfi melepas 325 armada bus mudik program "Mudik Gampang Balik Tenang" di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta Timur.

Luthfi menegaskan, mengajak saudara yang belum memiliki pekerjaan tetap ke Jakarta akan membebani ibu kota dan sekitarnya. "Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, dan sebagainya. Kita kerja di Jawa Tengah saja," ujar Luthfi.

Potensi Ekonomi di Jawa Tengah

Gubernur menyampaikan bahwa tujuan imbauan ini adalah agar warga tidak terjebak dalam ketidakpastian ekonomi di ibu kota tanpa keahlian dan pekerjaan yang jelas. Ia menilai potensi ekonomi di kampung halaman Jawa Tengah sangat besar apabila dikelola dengan baik. Luthfi juga mengapresiasi para perantau yang sudah bekerja di wilayah Jabodetabek.

Menurut Luthfi, para pekerja perantau tersebut merupakan devisa bagi daerah asalnya. Hal ini dikarenakan adanya perputaran orang, barang, dan uang saat mereka pulang kampung. "Semua tumplek blek (tumpah ruah), kita openi (layani) untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan. Ini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya.

Fasilitasi Pemudik di Sektor Informal

Dalam kegiatan pelepasan, tercatat sebanyak 16.186 warga Jawa Tengah diberangkatkan ke 35 kabupaten/kota di provinsi itu. Mayoritas peserta tersebut berasal dari sektor informal, di antaranya pedagang bakso, pengemudi ojek online, dan asisten rumah tangga. Pelepasan armada bus juga dilakukan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Bandung, Jawa Barat.

Selain moda bus, Pemprov Jawa Tengah berencana meluncurkan program mudik gratis menggunakan kereta api. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kelancaran arus mudik dengan fasilitas lebih beragam.

Program Arus Balik yang Terintegrasi

Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan program arus balik yang terintegrasi dan tertib. Pendaftaran untuk armada balik dilakukan secara daring agar lebih terorganisir. Pusat pemberangkatan arus balik akan dilaksanakan di beberapa titik, seperti Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Langkah ini diambil guna memastikan pemudik kembali ke perantauan dengan lancar tanpa menimbulkan masalah baru. Program ini mendapat respon positif dari pemudik. Misalnya, Sugiyanto, seorang penyandang disabilitas, merasa sangat terbantu secara ekonomi dengan program mudik gratis tersebut. Ia menyebut biaya mudik ke Soloraya yang bisa mencapai Rp 650.000 per orang menjadi lebih terjangkau.

Dengan berbagai upaya tersebut, Provinsi Jawa Tengah menunjukkan keseriusan dalam mendukung warga mudik dan memperkuat kesejahteraan di daerah asal. Pemprov juga berorientasi agar warga memanfaatkan potensi lokal dan tidak terlalu bergantung pada perantauan tanpa kesiapan kerja yang matang.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: regional.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button