Perlindungan sosial untuk atlet di Jawa Timur kini meningkat signifikan melalui kerja sama antara KONI Jatim dan BPJS Ketenagakerjaan. Atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) kini mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan lengkap selama masa latihan dan pertandingan.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para atlet. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan atlet menjadi prioritas utama dalam program tersebut.
Nabil menjelaskan bahwa atlet menghadapi risiko cedera tinggi karena latihan yang intensif dan kompetisi yang ketat. Program BPJS Ketenagakerjaan membantu mengurangi beban finansial melalui iuran yang relatif terjangkau namun memberikan manfaat besar.
Data tahun lalu mencatat bahwa puluhan atlet Puslatda di Jawa Timur yang mengalami cedera telah mendapatkan layanan medis penuh yang ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini membantu memastikan kesejahteraan atlet selama proses pemulihan.
Menurut Nabil, atlet sudah merasakan manfaat jaminan sosial ini secara nyata. Layanan penanganan medis dari rumah sakit melalui BPJS dinilai sangat membantu dalam menjaga kondisi kesehatan atlet.
Saat ini, perlindungan ini hanya berlaku untuk atlet yang terdaftar dalam program Puslatda. Namun, KONI Jatim sedang mengusulkan perluasan perlindungan agar atlet non-Puslatda juga bisa merasakan jaminan sosial serupa.
Sebagai bagian dari upaya perluasan tersebut, rencana sosialisasi akan dilakukan kepada pengurus cabang olahraga tingkat provinsi dan pihak keluarga atlet. Nabil berharap sosialisasi ini bisa meningkatkan kesadaran dan kepastian perlindungan bagi atlet dan keluarganya.
Sosialisasi tersebut diharapkan mampu meyakinkan orang tua bahwa anak-anak mereka yang berlatih dan bertanding memiliki perlindungan kesehatan yang memadai. Ini penting agar atlet merasa terlindungi dan fokus berprestasi tanpa khawatir risiko kesehatan.
Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet Puslatda di Jawa Timur ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga daerah. Jaminan sosial ini juga memberi contoh baik dalam pengelolaan risiko atlet yang dapat diikuti oleh wilayah lain.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suarasurabaya.net






