Arus Kendaraan Pantura Jawa Barat Melonjak Jelang Puncak Mudik, Siap-Siap Rekayasa Lalu Lintas Berat

Menjelang puncak arus mudik Lebaran, volume kendaraan di ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat khususnya wilayah Cirebon menunjukkan peningkatan signifikan. Kepolisian Resor Cirebon Kota mencatat bahwa baik jalur arteri maupun jalan tol mulai dipadati kendaraan yang melintas menuju daerah tujuan mudik.

Kepala Polres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret, termasuk di wilayah Cirebon. Data real-time dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon memperlihatkan jumlah kendaraan yang melintas di Jalur Pantura sejak H-7 hingga H-5 mencapai sekitar 168 ribu unit kendaraan.

Kondisi Arus Lalu Lintas dan Waktu Pergerakan Kendaraan

Meskipun mengalami peningkatan, arus lalu lintas di Jalan Pantura Kota Cirebon masih relatif lancar dan belum menunjukkan tanda-tanda kepadatan berat. Di jalur tol, pergerakan kendaraan yang signifikan sering terlihat pada waktu dini hari hingga menjelang sahur, waktu yang dimanfaatkan para pemudik untuk berangkat sambil sekaligus menjalankan sahur di perjalanan.

Langkah Antisipasi dan Penyekatan Kendaraan Berat

Polres Cirebon melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mengatur kelancaran arus kendaraan selama musim mudik. Salah satu fokus utama adalah penyekatan kendaraan berat berkapasitas sumbu tiga di jalur tol maupun jalur arteri. Kebijakan ini sesuai dengan pembatasan operasional kendaraan barang pada masa mudik guna mengurangi potensi kemacetan.

AKBP Eko menegaskan bahwa penyekatan dilakukan dengan cara humanis dan preventif agar tidak menimbulkan gangguan berarti bagi para pengguna jalan. Langkah ini diharapkan mampu mengendalikan jumlah kendaraan berat sehingga lalu lintas tetap aman dan lancar.

Persiapan Kantong Parkir dan Skenario Rekayasa Lalu Lintas

Selain itu, polisi telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang tiba-tiba. Kantong parkir ini berfungsi menampung kendaraan agar kelancaran arus tetap terjaga saat arus lalu lintas menumpuk.

Petugas juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di jalur arteri sebagai langkah antisipasi jika terjadi penumpukan akibat penerapan sistem satu arah (one way) di jalan tol. Namun pelaksanaan sistem one way masih menunggu instruksi dari Korps Lalu Lintas Polri.

Jika terjadi pembuangan arus kendaraan dari tol ke jalur arteri, beberapa langkah bertahap akan diambil, seperti penarikan manual hingga melakukan rekayasa lalu lintas di titik tertentu. Langkah rekayasa ini dapat berupa penutupan sementara di simpang jalan atau putaran balik guna mencegah kemacetan total yang dapat menghambat perjalanan pemudik.

Pesan Kepada Masyarakat

Polres Cirebon mengimbau masyarakat untuk memahami dan mematuhi segala bentuk rekayasa lalu lintas yang diterapkan demi kelancaran bersama. Tujuannya memastikan arus mudik tetap lancar tanpa adanya kemacetan parah yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan.

Kesiapan pengaturan arus kendaraan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mudik Lebaran dan memberikan rasa aman bagi pemudik yang melintasi Pantura Jawa Barat. Pengawasan ketat dan langkah antisipatif akan terus dilakukan hingga masa puncak arus mudik berakhir.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.jawapos.com

Terkait