Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Jawa Barat akan datang lebih awal dari biasanya. Musim kemarau ini diperkirakan lebih kering dan durasinya lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan prediksi tersebut didasarkan pada analisis dinamika atmosfer dan model iklim selama periode 1991–2020. Puncak musim kemarau di wilayah Jawa Barat diperkirakan terjadi pada Agustus dengan lama kemarau sekitar 13 hingga 15 dasarian.
Awal musim kemarau diprediksi berlangsung secara bertahap mulai Maret hingga Juni. Sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki masa kemarau pada Mei.
Wilayah yang terlebih dahulu mengalami musim kemarau sejak Maret meliputi sebagian kecil wilayah Bekasi dan Karawang. Pada bulan April, kemarau diperkirakan meluas ke Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, dan sebagian Cirebon.
Memasuki Mei hingga Juni, musim kemarau diramalkan menjangkau sebagian besar daerah di Jawa Barat. Wilayah yang terdampak meliputi Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.
BMKG mencatat sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau pada Mei. Sementara itu, 66 persen wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis.
Sebanyak 93 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan yang lebih rendah dari normal. Selain itu, 81 persen wilayah diperkirakan menghadapi durasi kemarau yang lebih panjang, sehingga perlu waspada terhadap potensi kekeringan.
BMKG mengingatkan beberapa dampak yang mungkin timbul akibat musim kemarau yang lebih panjang. Risiko kekeringan meteorologis, berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan pada sistem irigasi pertanian, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipasi. Optimalisasi pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian kalender tanam di sektor pertanian menjadi upaya penting.
Wilayah Awal Musim Kemarau Berdasarkan Bulan
- Maret: Sebagian kecil Bekasi dan Karawang
- April: Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, sebagian Cirebon
- Mei-Juni: Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Banjar
Prediksi dini ini penting untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi dampak kemarau. Kesiapan pengelolaan air dan ketahanan pangan menjadi kunci menghadapi musim kemarau. Pemerintah daerah diharapkan dapat berkoordinasi dengan BMKG agar informasi dan tindakan antisipatif dapat tepat sasaran.
Dengan pendekatan ini, diharapkan wilayah Jawa Barat dapat meminimalisasi efek negatif musim kemarau yang datang lebih awal dan lebih kering dari biasanya. Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga lingkungan dan sumber air guna mendukung ketahanan wilayah selama masa kemarau.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: lestari.kompas.com








