Memasuki H-2 Lebaran, arus lalu lintas di Jalur Pantura Cirebon dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah didominasi oleh kendaraan roda dua. Ribuan pemudik motor melintasi jalan arteri ini mulai pukul 08.00 WIB dengan membawa berbagai perlengkapan seperti kardus dan tas besar di motornya.
Kendaraan roda dua yang melintas mayoritas menggunakan plat nomor G, yang berasal dari wilayah Brebes, Pekalongan, dan sekitarnya. Perjalanan dari jalur Pantura ke daerah tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam.
Dominasi Kendaraan Motor di Jalur Pantura
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kendaraan roda dua menjadi moda transportasi paling banyak dipilih. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemudahan akses serta jarak tempuh yang relatif singkat dari Cirebon ke wilayah-wilayah di Jawa Tengah bagian utara.
Sedangkan kendaraan dari arah sebaliknya, yakni Jawa Tengah menuju Jakarta, didominasi oleh kendaraan besar seperti bus penumpang dan truk. Kendaraan besar ini terpaksa melintas di jalur arteri karena ruas tol di wilayah tersebut sedang menerapkan sistem one way.
Pengaruh Sistem One Way Tol Jakarta-Cikampek
Sistem one way diberlakukan mulai dari Gerbang Tol Cikatama hingga Tol Kalikangkung untuk mengurangi kemacetan arus mudik di jalur tol. Akibatnya, kendaraan besar dari arah Jawa Tengah ke Jakarta dialihkan ke jalan arteri yang melewati kawasan Cirebon.
Situasi ini membuat pergerakan kendaraan di jalur Pantura lebih terkontrol dan tetap lancar. Namun, dominasi kendaraan roda dua dari Jakarta menuju Jawa Tengah tetap menjadi ciri khas arus mudik di jalur ini.
Data Kendaraan dan Waktu Tempuh
- Waktu pengamatan: Mulai pukul 08.00 WIB
- Jenis kendaraan dominan dari Jakarta ke Jateng: Roda dua (motor)
- Plat nomor kendaraan utama: Plat G (Brebes, Pekalongan, sekitar)
- Waktu tempuh rata-rata: 1 – 1,5 jam
- Jenis kendaraan dominan dari Jateng ke Jakarta: Bus penumpang, truk
- Alasan kendaraan besar melewati jalur arteri: Sistem satu arah di jalan tol
Kondisi arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon tersebut merefleksikan kebiasaan para pemudik motor yang memilih jalur arteri untuk mempercepat perjalanan mudik. Selain itu, kebijakan one way di tol menjadi faktor utama perubahan pola lalu lintas kendaraan besar arah Jawa Tengah ke Jakarta.
Pemantauan arus mudik di jalur ini akan terus dilakukan untuk menjamin kelancaran perjalanan dan keselamatan pemudik. Informasi terkini dari petugas serta pengelola jalan penting untuk diperhatikan demi meminimalisasi potensi kemacetan atau gangguan lalu lintas selama masa mudik.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: daerah.sindonews.com








