Waspada Meski Cerah Berawan, Ancaman Longsor Mengintai di Lokasi Rawan Jatim 21 Maret 2026

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah rawan longsor di Jawa Timur pada 21 Maret. Cuaca diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan di enam lokasi rawan longsor. Meskipun hujan signifikan tidak terdeteksi, kewaspadaan tetap diperlukan karena tanah yang masih lembap berpotensi memicu longsor, terutama di daerah perbukitan.

Memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, kondisi cuaca di wilayah ini cenderung tidak stabil. BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang, yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta suhu permukaan laut yang masih hangat di perairan selatan Jawa Timur.

Prakiraan Cuaca di Enam Lokasi Rawan Longsor Jawa Timur

BMKG Juanda memberikan rincian prakiraan cuaca sepanjang hari untuk enam wilayah rawan longsor sebagai berikut:

  1. Pujon, Kabupaten Malang

    • Dini hari: cerah berawan
    • Pagi: cerah
    • Siang: kabut
    • Malam: kabut
  2. Junrejo, Kota Batu

    • Dini hari: kabut
    • Pagi: cerah
    • Siang: kabut
    • Malam: kabut
  3. Binakal, Kabupaten Bondowoso

    • Dini hari: cerah berawan
    • Pagi: berawan tebal
    • Siang: cerah berawan
    • Malam: berawan
  4. Klabang, Kabupaten Bondowoso

    • Dini hari: berawan
    • Pagi: berawan tebal
    • Siang: cerah berawan
    • Malam: cerah berawan
  5. Ledokombo, Kabupaten Jember

    • Dini hari: berawan tebal
    • Pagi: berawan
    • Siang: cerah berawan
    • Malam: berawan
  6. Arjosari, Kabupaten Pacitan
    • Dini hari: berawan tebal
    • Pagi: cerah berawan
    • Siang: cerah berawan
    • Malam: cerah berawan

Kondisi yang cenderung stabil ini tetap harus diwaspadai mengingat kelembapan tanah akibat hujan sebelumnya. BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu memonitor perkembangan cuaca. Peringatan dini sangat penting untuk mengantisipasi potensi dampak longsor yang bisa mengancam keselamatan dan aktivitas warga di daerah perbukitan serta lereng rawan.

WASHINGTON — Fluktuasi atmosfer dan suhu laut di sekitar Jawa Timur menjadi faktor utama perubahan cuaca yang cukup cepat terjadi. Menurut BMKG, fenomena ini juga didukung oleh terbentuknya awan konvektif yang berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa waktu mendatang. Kondisi demikian memperbesar risiko terjadinya bencana longsor bila curah hujan kembali meningkat secara tiba-tiba.

Masyarakat dihimbau selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi ekstrem yang berpotensi muncul secara mendadak. Perhatian khusus harus diberikan bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Pihak berwenang disarankan meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam mitigasi bencana tanah longsor demi mengurangi dampak risiko pada kehidupan sehari-hari.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com
Exit mobile version