Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan sebanyak 1,3 juta kendaraan terpantau memasuki wilayah Jawa Tengah selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan peran strategis Jateng sebagai titik sentral mudik di Pulau Jawa.
Pantauan tersebut berlangsung saat malam takbiran dan arus mudik di Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idul Fitri di Semarang. Gubernur didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, dan Sekda Sumarno bersama forkopimda setempat. Mereka juga melakukan video conference dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk melaporkan situasi terkini di lapangan.
Data Arus Mudik di Jawa Tengah
Hingga tanggal 20 Maret, tercatat sekitar 1.370.000 kendaraan masuk ke Jawa Tengah, sementara kendaraan keluar mencapai 750.000 unit. Angka ini menggambarkan arus lalu lintas masuk ke wilayah Jateng yang lebih tinggi daripada kendaraan yang meninggalkan daerah tersebut. Fenomena tersebut mengindikasikan Jawa Tengah menjadi titik transit utama bagi pemudik dari arah barat menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Pengamanan dan Pelayanan Selama Perayaan
Dalam rangka menjaga ketertiban dan kelancaran perayaan Idul Fitri, Pemprov Jawa Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi lintas sektoral yang dilanjutkan di tingkat kabupaten dan kota. Berbagai mitigasi telah diterapkan meliputi pengaturan lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan serta penambahan rambu-rambu pendukung, pengawasan objek wisata, dan penanganan bencana.
Sebanyak 11.800 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan dikerahkan khusus untuk pengamanan dan pelayanan masyarakat. Gubernur menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif tanpa kejadian menonjol hingga saat ini.
Situasi Malam Takbiran di Jateng
Kapolda Jateng mengungkapkan 55 lokasi perayaan malam takbiran di wilayah tersebut terpantau aman dan tertib. Meski sempat diguyur hujan rintik-rintik di Kota Semarang, kegiatan takbiran keliling tetap berjalan sesuai protokol dan koordinasi dengan aparat keamanan. Gubernur menyarankan supaya kegiatan takbir keliling dilakukan dengan koordinasi guna menghindari potensi gangguan kamtibmas.
Ketersediaan Bahan Pokok dan Kamtibmas
Pemprov Jateng juga mengawasi distribusi dan ketersediaan harga bahan pokok penting agar tidak terjadi kelangkaan selama periode Lebaran. Gubernur melaporkan bahwa hingga saat ini harga kebutuhan pokok relatif stabil dan stok cukup memadai di seluruh wilayah provinsi. Kondisi ini turut mendukung suasana aman dan nyaman selama musim mudik dan perayaan Idul Fitri.
Laporan terkini menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjaga peran vitalnya dalam menampung dan mengamankan arus mudik nasional. Langkah-langkah pengamanan terpadu dan pelayanan optimal terus dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga masyarakat yang melaksanakan mudik dan berlebaran di provinsi ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.antaranews.com








