Arus mudik di Jawa Barat sepanjang jalur Karawang hingga Kilometer 70 terpantau ramai lancar dan terkendali. Kondisi ini tercatat hingga Kamis petang, menandakan kelancaran perjalanan para pemudik di wilayah tersebut.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan pemudik mulai meningkat sejak 13 hingga 16 Maret. Pada periode awal tersebut, volume kendaraan meningkat pada jam-jam tertentu, yaitu pukul 07.00–08.00 WIB dan 21.00–00.00 WIB, dengan jumlah kendaraan berkisar 3.000 hingga 4.000 unit.
Namun demikian, situasi lalu lintas tetap terkendali tanpa perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way. Lonjakan signifikan arus kendaraan terjadi pada 17 dan 18 Maret, saat volume kendaraan dari Jakarta menuju Karawang dan Jawa Barat mencapai sekitar 8.000 unit per jam.
Antisipasi dilakukan oleh jajaran kepolisian dengan memberlakukan contraflow hingga tiga lajur sejak dini hari 16 Maret. Selain itu, penerapan sistem one way nasional juga dilakukan mulai 17 Maret untuk mengurangi kepadatan dari arah Bekasi menuju Karawang.
Hingga pantauan terakhir pada pukul 17.36 WIB, arus lalu lintas di wilayah Jawa Barat masih berlangsung ramai lancar dan dalam kondisi aman. Polda Jabar melaporkan tidak adanya kejadian kecelakaan fatal yang menimbulkan korban jiwa selama pelaksanaan arus mudik kali ini.
Keberhasilan pengamanan ini menandakan sinergi dan koordinasi yang optimal antarinstansi terkait. Dalam menghadapi masa mudik yang sibuk, para petugas terus memantau situasi guna memastikan kelancaran perjalanan semua masyarakat.
Polda Jawa Barat mengimbau pemudik agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta menggunakan fasilitas rest area maupun pos pelayanan yang telah tersedia. Langkah ini penting untuk keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik.
Secara praktis, upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama arus mudik meliputi:
1. Pemberlakuan contraflow hingga tiga lajur untuk memperlancar arus kendaraan.
2. Penerapan sistem one way nasional di sektor kritis.
3. Penyediaan pos pelayanan dan rest area untuk pemudik.
4. Pemantauan situasi secara intensif oleh petugas kepolisian.
Langkah-langkah tersebut berhasil menekan potensi kemacetan serta meminimalisir risiko kecelakaan selama masa arus mudik. Kondisi lalu lintas yang stabil di wilayah Jawa Barat ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan mudik tahun ini.









