Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Gedung Negara Grahadi untuk mengikuti acara riyayan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Acara ini digelar pada hari pertama Idul Fitri 1447 H dan menjadi momen silaturahmi yang penuh kehangatan antar pemerintah dan masyarakat.
Masyarakat dari segala usia rela antre untuk berjabat tangan langsung dengan Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil yang didampingi oleh keluarga serta Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak. Tidak ada sekat yang menghalangi warga hadir, suasana jadi sangat akrab dan bersahabat.
Hidangan Kuliner Membawa Keakraban
Acara riyayan ini dimeriahkan dengan penyajian beragam kuliner khas seperti soto ayam, soto daging, nasi goreng, dan bakso. Menu tersebut disediakan dari pedagang kaki lima serta pelaku UMKM di sekitar Grahadi. Gubernur Khofifah mengajak warga untuk menikmati sajian kuliner sambil bersalaman dan berdialog santai.
“Alhamdulillah monggo yang hadir dahar dulu nggeh. Ini banyak kuliner wes pokoknya datang, salaman, makan,” ujar Gubernur Khofifah penuh kehangatan. Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan solidaritas penting di tengah situasi geopolitik global yang penuh tantangan.
Paket Sembako sebagai Bentuk Kepedulian
Selain melalui tradisi riyayan dan kuliner, kebahagiaan Lebaran turut diwujudkan dengan pembagian paket sembako kepada setiap masyarakat yang hadir. Ini menjadi wujud kepedulian pemerintah provinsi untuk meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Antusiasme Warga Terhadap Riyayan Gubernur
Kehadiran ribuan warga dengan antusias membuktikan betapa acara ini sangat dinantikan setiap tahun. Siti Aminah, salah satu pengunjung, mengaku rutin datang setiap kali ada acara serupa dan mengapresiasi program tersebut sebagai bantuan sosial yang nyata. Ia datang dari Surabaya Meski tanpa alas kaki, semangatnya tetap tinggi.
Pengemudi ojek online, Ahmad Fajar, juga menyatakan rasa syukurnya bisa mengikuti riyayan untuk pertama kalinya bersama dua anaknya. Ia mengaku senang mendapat perhatian dari pemerintah dan berterima kasih atas kesempatan tersebut. Berita, informasi, dan undangan riyayan ini biasanya tersebar lewat komunitas dan teman-teman sesama pekerja.
Makna Riyayan di Tengah Dinamika Global
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa acara seperti riyayan sangat strategis untuk menguatkan solidaritas sosial di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang status sosial atau latar belakang. Membangun kebersamaan menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Berbagai lapisan masyarakat pun diajak untuk terus menjaga semangat persatuan dan saling peduli melalui tradisi sederhana namun bermakna ini. Peran pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan agar Jawa Timur tetap kokoh dan harmonis.
Acara riyayan bersama Gubernur Khofifah ini bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga refleksi kepedulian pemerintahan terhadap kebutuhan rakyat. Momen khusus ini diharapkan terus berlanjut sebagai sarana komunikasi langsung yang efektif antara pemimpin dan warga, mempererat persaudaraan, serta mendukung program-program pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: majalahnurani.com








