Gubernur Jateng Gendong Anak Panti dan Difabel, Lebaran Penuh Haru dan Kesetaraan di Wisma Perdamaian

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar acara halal bihalal bersama anak-anak panti asuhan dan komunitas difabel pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara berlangsung di Wisma Perdamaian, kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, menjadi moment silaturahim yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Luthfi menegaskan bahwa manusia diciptakan sama di hadapan Allah SWT dan memperlakukan semua dengan rasa keadilan. Ia mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak swasta agar tradisi halal bihalal tahun ini diselenggarakan secara sederhana, mengutamakan makna silaturahim, saling memaafkan, serta berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.

Gubernur juga menolak adanya open house yang sifatnya besar dan formal. Menurutnya, lebih tepat melakukan penyantunan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meringankan beban kaum difabel, dhuafa, dan anak yatim piatu. Kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Pemprov Jateng terhadap kelompok rentan tersebut.

Acara di Wisma Perdamaian dihadiri oleh Sekda Jateng Sumarno dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Ahmad Luthfi, yang juga dikenal sebagai Bapak Disabilitas Jateng, terlihat akrab dan hangat ketika berinteraksi dengan anak-anak panti serta komunitas difabel. Momen mengesankan muncul saat ia menggendong dua anak panti secara bersamaan dengan ceria.

Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, menyampaikan apresiasi karena anak-anak panti mendapat kesempatan mengenal rumah dinas gubernur dan merasakan kebahagiaan Idul Fitri secara langsung. Sekitar 30 anak panti dan pengasuh diboyong untuk mengikuti acara tersebut, dijemput dengan bus pada pagi hari setelah shalat Idul Fitri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah, menyatakan kegembiraan atas undangan langsung dari gubernur ke komunitas difabel. Ia mengungkapkan rasa bangga dan terharu karena perhatian serta kedekatan yang ditunjukkan Luthfi terhadap mereka selama ini.

Halal bihalal yang mempererat hubungan sosial antar lintas kelompok ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi untuk membangun inklusivitas sosial. Langkah tersebut juga memperkuat peran pemerintah dalam menyalurkan bantuan dan menjaga kebersamaan pada momentum yang bernilai religius dan kemanusiaan.

Acara ini menjadi salah satu contoh implementasi nilai-nilai kebersamaan yang diharapkan bisa menginspirasi pelaksanaan tradisi halal bihalal di berbagai daerah lain. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kehangatan dan saling menghargai harus tetap menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan di Jawa Tengah.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com
Exit mobile version