Arus Wisata Lebaran di Jabar Meningkat 30 Persen, Polda Siapkan Strategi Canggih Atasi Kemacetan

Kepolisian Daerah Jawa Barat mencatat terjadi peningkatan arus wisata Lebaran hingga 30 persen di sejumlah destinasi populer wilayah tersebut. Lonjakan mobilitas masyarakat ini terjadi pada hari pertama Idul Fitri dan diperkirakan akan terus meningkat seiring aktivitas silaturahmi dan kunjungan wisata yang tinggi.

Dalam menghadapi situasi ini, Polda Jawa Barat menggelar operasi pengamanan melalui lima kluster strategis, yakni tempat ibadah, penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri perkotaan, serta kawasan wisata. Pengamanan khusus difokuskan pada titik-titik wisata utama seperti Puncak, Taman Safari, Lembang, Ciwidey, dan Pantai Pangandaran yang menjadi pusat keramaian.

Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, menyampaikan sejumlah strategi diterapkan untuk mengurai potensi kemacetan yang muncul akibat lonjakan kendaraan. Pengamanan meliputi penempatan personel statis di titik-titik rawan dan penyiagaan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile. Optimalisasi teknologi drone juga digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, guna mendeteksi dan merespons kemacetan dengan cepat.

Selain itu, Polda Jabar menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system sebelum penerapan one way di wilayah Puncak. Sistem ini mengatur arus kendaraan dari kedua arah secara bergantian, sehingga mengurangi konsentrasi volume kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan parah.

Untuk memudahkan akses informasi dan bantuan, Polda Jawa Barat menyediakan layanan hotline mudik yang dapat diakses oleh masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 11.000 pengguna telah memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan update kondisi jalan, akses CCTV, dan lokasi pos pelayanan. Operasi Ketupat juga didukung oleh 332 pos pengamanan yang tersebar di berbagai lokasi strategis.

Pesan untuk Pemudik Arus Balik

Polda Jabar mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan balik dengan matang. Pemeriksaan kesehatan dan kondisi kendaraan seperti rem, lampu, ban, serta perlengkapan darurat seperti dongkrak sangat dianjurkan. Pemudik juga disarankan memeriksa saldo uang elektronik untuk tol dan merencanakan rute perjalanan agar menghindari daerah rawan kemacetan.

Sosialisasi penggunaan Call Center 110 sebagai layanan darurat juga digencarkan agar masyarakat dapat melaporkan kondisi mendesak dengan mudah. Semua upaya ini bertujuan memastikan arus balik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti.

Kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian strategi pengamanan sesuai dinamika arus kendaraan selama libur Lebaran. Informasi dan arahan terbaru selalu disampaikan secara berkala melalui media sosial dan pos pelayanan agar masyarakat tetap mendapatkan panduan terbaik selama masa mudik dan arus balik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kontrolnews.co
Exit mobile version