Jutaan Pemudik Serbu Jawa Tengah, Stok Pangan Tetap Melimpah dan Harga Stabil hingga Lebaran

Jutaan pemudik diperkirakan akan tiba di Jawa Tengah selama periode Lebaran kali ini. Pemerintah provinsi memastikan stok pangan tetap aman dan melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pemudik hingga pasca-Idulfitri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Semarang Barat sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa seluruh komoditas pangan strategis masih surplus dan stabil hingga akhir Maret serta diprediksi aman hingga setelah Lebaran.

Stok Pangan Strategis di Jawa Tengah

Data resmi menunjukkan stok pangan utama Jawa Tengah pada kondisi sangat kuat sebagai berikut:

  1. Beras surplus sekitar 1,5 juta ton
  2. Telur mencapai 135 ribu ton
  3. Gula pasir stok tersedia sekitar 54 ribu ton
  4. Minyak goreng dalam jumlah memadai

Kondisi ini memberikan jaminan pasokan cukup di tengah lonjakan mobilitas jutaan pemudik yang diperkirakan mencapai 17 juta orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan berpotensi meningkatkan kebutuhan pangan secara signifikan.

Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga dan Distribusi

Pemprov Jawa Tengah mengoptimalkan pengawasan stok dan harga melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian. Langkah ini berhasil menjaga harga beras tetap stabil tanpa gejolak berarti.

Untuk komoditas yang naik harga seperti cabai dan daging sapi, pemerintah sudah melakukan intervensi cepat. Subsidi cabai sebanyak tiga ton telah disalurkan melalui Badan Usaha Milik Daerah Jateng Agro Berdikari (JTAB), dengan kesiapan penyaluran lanjutan jika diperlukan.

Instruksi Gubernur Ahmad Luthfi

Gubernur mengimbau seluruh jajaran agar menjaga keseimbangan stok dan harga supaya masyarakat mudah mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah terus diperkuat untuk mencegah penimbunan maupun perilaku panic buying.

“Satgas pangan harus aktif di lapangan dan pastikan tidak ada permainan harga yang merugikan konsumen,” tegas Gubernur.

Dengan kesiapan stok yang melimpah dan langkah antisipasi yang matang, Jawa Tengah optimistis mampu menghadapi masa Lebaran dengan aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan pangan. Pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan pangan demi mendukung mobilitas masyarakat yang meningkat secara signifikan selama musim mudik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: infojateng.id

Berita Terkait

Back to top button