Jasa Marga Catat Lonjakan Arus Mudik Trans Jawa Timur Tembus 729 Ribu Kendaraan, Tantangan Kelancaran Tol Lebaran 2026

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat puncak arus kendaraan mudik menuju arah Timur Trans Jawa mencapai angka 729 ribu unit selama periode 11 hingga 21 Maret. Volume ini melonjak signifikan sebesar 129,98 persen dibandingkan lalu lintas normal yang hanya mencapai 317.255 kendaraan.

Pada puncak hari Minggu lalu, tercatat 25.837 kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Timur, naik hingga 169,08 persen dari angka normal sebesar 9.602 kendaraan. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik ke wilayah Timur Pulau Jawa.

Rekayasa Lalu Lintas dan Kebijakan Tarif

Untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama musim mudik, PT Jasamarga Transjawa Tol bekerja sama dengan Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow pada ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek dari KM 47 hingga KM 70. Langkah ini diambil atas diskresi Kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang signifikan di lokasi tersebut.

Selain itu, PT JTT memberikan potongan tarif tol sebesar 23 persen untuk semua transaksi di ruas Jalan Tol Batang–Semarang. Insentif ini berlaku sejak 12 hingga 31 Maret dan dirancang untuk mendistribusikan beban lalu lintas sekaligus memberikan manfaat secara langsung kepada pengguna jalan tol tersebut.

Penurunan Arus Balik Menuju Jakarta

Sementara itu, kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa kembali ke Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama justru menunjukkan penurunan volume. Sepanjang periode yang sama, tercatat 193.539 kendaraan menuju Jakarta, turun 36,12 persen dibanding angka normal 302.984 kendaraan. Penurunan ini mengindikasikan masih tingginya aktivitas mudik pada arus keluar wilayah Timur.

Peningkatan Volume Kendaraan di Wilayah Jawa Timur

Volume kendaraan juga mengalami kenaikan di beberapa titik tol di Jawa Timur yang dikelola oleh JTT Group. Berikut adalah rinciannya:

  1. Gerbang Tol Warugunung

    • Kendaraan menuju Surabaya: 249.964 unit (naik 13,54% dari normal 220.150 unit)
    • Kendaraan menuju Jakarta: 276.795 unit (naik 32,76% dari normal 208.500 unit)
  2. Gerbang Tol Kejapanan Utama

    • Kendaraan menuju Malang: 276.157 unit (naik 7,68% dari normal 256.464 unit)
    • Kendaraan menuju Surabaya: 266.009 unit (turun 0,93% dari normal 268.499 unit)
  3. Gerbang Tol Singosari
    • Kendaraan menuju Malang: 147.940 unit (turun 0,26% dari normal 148.330 unit)
    • Kendaraan menuju Surabaya: 138.346 unit (naik 2,20% dari normal 135.369 unit)

Data tersebut menggambarkan perubahan pola mobilitas warga pada jalur mudik dan balik, dimana beberapa area di Jawa Timur mencatat kenaikan volume kendaraan terutama menuju pusat kota besar seperti Surabaya dan Malang.

PT Jasamarga Transjawa Tol terus memantau kondisi arus lalu lintas dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan selama masa mudik. Kebijakan dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan diharapkan mampu mengurangi kepadatan dan memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik yang melintasi koridor Timur Trans Jawa.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suarasurabaya.net

Berita Terkait

Back to top button