Emosi pengendara motor sering dirusuh oleh perilaku pengendara motor berplat S di jalan raya Jombang, Jawa Timur. Seringkali mereka menunjukkan sikap tidak sabaran dan cenderung ugal-ugalan sehingga menimbulkan ketegangan antar pengguna jalan.
Pengalaman yang dialami langsung di lapangan mengungkapkan bahwa pengendara motor plat S kerap kali membunyikan klakson bertubi-tubi dan melakukan manuver agresif saat menghadapi kemacetan, seperti di lampu merah. Hal ini bahkan memicu hampir terjadinya konfrontasi fisik karena emosi yang memuncak.
Karakteristik Pengendara Motor Plat S yang Menyulitkan
Beberapa pengendara motor plat S di Jombang dikenal suka menyeberang jalan tanpa memperhatikan keselamatan. Mereka kerap menyalip dari sisi kiri secara tiba-tiba tanpa memberi tanda sein. Kondisi ini sangat membahayakan karena pengendara lain tidak siap menerima manuver tersebut.
Selain itu, pengendara plat S juga acap kali keluar dari gang atau gang-gapura kampung tanpa memperhatikan arus lalu lintas di jalan utama. Mereka cenderung langsung masuk jalan tanpa berhenti atau mengecek kendaraan dari arah lain, memicu potensi tabrakan terutama jika jarak kendaraan di belakang terlalu dekat.
Dampak Ketidaksabaran dan Kelalaian Dalam Berkendara
Ketidaksabaran pengendara ini menyebabkan situasi jalanan menjadi tidak kondusif. Lampu merah yang durasinya tidak seimbang semakin memperparah kemacetan dan meningkatkan tingkat tekanan di antara pengendara. Banyak pengendara motor plat S yang terlihat terburu-buru, seperti tidak mau mengalah dan langsung memotong jalan secara abrupt.
Sikap tidak memahami fungsi klakson dan lampu sein juga menjadi masalah besar. Pengendara plat S seringkali memakai klakson secara berlebihan dan tidak memberikan tanda yang benar saat berpindah jalur atau menyalip, sehingga mengagetkan pengendara lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Respon Masyarakat dan Pengendara Lain Terhadap Perilaku Ini
Menurut pengendara motor plat S yang diajak bicara, memang ada segelintir oknum yang berperilaku buruk di jalan yang merusak citra pengendara plat S secara keseluruhan. Mereka mengakui bahwa pengendara motor plat S terkadang sangat tidak sabaran dan ikut andil dalam situasi yang tidak aman di jalan.
Masalah ini semakin terasa di jalan raya antara Jombang dan Surabaya, di mana kecepatan kendaraan cenderung tinggi dan terdapat banyak titik tanpa pembatas jalan tengah. Zona putar balik atau jalur penyebrangan yang tidak diawasi dengan baik menjadi rawan dilakukan manuver sembrono.
Upaya Pencegahan dan Kesadaran Berkendara
Meningkatkan kesadaran keselamatan bagi seluruh pengendara sangat penting untuk mengurangi tingkat gesekan di jalan. Pengendara diharapkan mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan sein saat berpindah jalur, serta menahan emosi ketika menghadapi kemacetan atau situasi jalan yang kurang kondusif.
Pemahaman atas fungsi klakson sebagai alat komunikasi, bukan untuk menekan atau memaksa pengendara lain agar segera memberi jalan, juga harus ditegakkan. Polisi dan aparat berwenang perlu lebih gencar melakukan pengawasan dan edukasi kepada pengendara motor plat S maupun lainnya agar tertib berlalu lintas.
Rekapitulasi perilaku yang sering menjadi keluhan:
- Menyalip dari kiri tanpa tanda sein.
- Menyeberang jalan secara sembrono di zona tanpa pembatas.
- Keluar gang tanpa cek kanan-kiri dan berhenti.
- Membunyikan klakson berlebihan dan tidak pada tempatnya.
- Kurang sabar dalam menghadapi lampu merah dan kemacetan.
Fenomena perilaku pengendara motor plat S yang tidak sabar dan sering merusuh jalan ini menjadi perhatian bersama. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak agar budaya berkendara lebih disiplin dan tidak memicu konflik atau kecelakaan di jalan raya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: mojok.co








