Memasuki H+2 Lebaran 2026, arus balik kendaraan dari arah Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Jakarta serta wilayah Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan. Untuk mengantisipasi kemacetan, rekayasa lalu lintas satu arah (one way) mulai diberlakukan pada Selasa sore.
Kebijakan one way diterapkan dari KM 263 Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Aturan ini khusus untuk kendaraan yang menuju Jakarta dan kota-kota di Jawa Barat, guna memperlancar arus balik Lebaran.
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan dari arah timur masuk ke jalur A di simpang susun Tol Brebes Barat. Pada saat pemberlakuan one way, sempat terjadi ketersendatan di area ini sebelum kendaraan bisa melaju ke jalur A.
Sementara itu, kendaraan dari arah barat yang menuju Jakarta dan Jawa Barat dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Pejagan. Mereka diarahkan keluar jalur tol dan melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri Pantura.
Operator jalan tol menegaskan bahwa penerapan one way ini merupakan langkah strategis untuk mengelola lonjakan kendaraan. Pengetatan arus kendaraan bertujuan menghindari kemacetan panjang selama masa puncak arus balik.
Berdasarkan proyeksi, puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang utama, yakni pada tanggal 23-24 dan 28-29 Maret. Gelombang ini menjadi periode kritis dalam pengelolaan lalu lintas.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario lanjutan. Salah satunya adalah penerapan one way nasional yang akan berlangsung mulai tanggal 24 Maret.
Penerapan one way nasional nanti mencakup ruas tol yang lebih panjang, dari KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan secara lebih maksimal selama arus balik.
Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, operator jalan tol, dan jasa asuransi telah dilakukan sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas ini. Sinergi antar lembaga ini penting untuk kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.
Pihak kepolisian terus memantau situasi arus balik dan siap mengubah skenario pengaturan lalu lintas bila terjadi kepadatan berlebihan. Begitu pula, operator tol siap membuka layanan tambahan untuk mendukung kelancaran kendaraan.
Pengendara disarankan untuk mengikuti rambu dan arahan petugas selama pemberlakuan one way. Mematuhi aturan lalu lintas dapat mempercepat perjalanan dan mengurangi potensi kecelakaan di jalur tol.
Pada musim arus balik kali ini, kebijakan one way merupakan salah satu solusi utama untuk mengatur volume kendaraan. Pengelolaan lalu lintas terstruktur diharapkan mampu mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: mediaindonesia.com








