Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau para pemudik untuk tidak terburu-buru kembali ke daerah asal mereka. Ia menegaskan bahwa masih terdapat jutaan kendaraan yang belum kembali, sehingga kepadatan arus balik diprediksi akan terus meningkat.
Luthfi mendorong masyarakat agar mengatur ulang jadwal kepulangan dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini memungkinkan pekerja untuk bekerja dari lokasi manapun pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret, sehingga perjalanan balik dapat didistribusikan lebih merata.
Data Arus Mudik dan Balik di Jawa Tengah
Menurut data resmi, selama masa mudik tercatat sebanyak 1.795.522 kendaraan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Namun, hingga saat ini baru sekitar 153.136 kendaraan yang terpantau kembali ke arah barat. Data ini menunjukkan adanya selisih besar dan menandakan masih banyak pemudik yang belum kembali.
Menurut Gubernur Luthfi, kondisi tersebut memberikan ruang bagi pemudik untuk tidak merasa terburu-buru. "Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang masih tersedia," ujarnya saat kegiatan pembukaan jalur satu arah nasional di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.
Penerapan One Way dan Kesiapan Infrastruktur
Untuk mengatasi lonjakan arus balik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi memulai sistem one way dari GT Kalikangkung. Kebijakan ini diharapkan mampu meredam kepadatan dengan mengarahkan arus lalu lintas satu arah menuju barat.
Kapolri juga melaporkan bahwa sejak awal masa mudik, lebih dari 2,3 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta lewat jalur tol. Langkah ini disambut dengan dukungan dari berbagai kementerian, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Sementara itu, Gubernur Luthfi menegaskan kesiapan infrastruktur Jawa Tengah dalam menghadapi lonjakan arus balik. Angka kecelakaan selama masa mudik dan balik tercatat menurun signifikan, yang menurutnya bukan hanya karena kondisi jalan, tetapi juga karena peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Anjuran Pemanfaatan Kebijakan Work From Anywhere (WFA)
Luthfi menilai kebijakan WFA sebagai solusi efektif untuk mengurangi titik kepadatan lalu lintas. Dengan memanfaatkan kelonggaran ini, pekerja dapat menunda perjalanan balik tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
Berikut manfaat kebijakan WFA selama arus balik:
- Menekan jumlah kendaraan dalam waktu bersamaan.
- Mengurangi potensi kemacetan di jalur utama.
- Memberikan fleksibilitas waktu bagi pemudik dalam pulang ke kampung halaman.
Ketersediaan Logistik dan Energi di Jawa Tengah
Selain fokus pada pengaturan arus lalu lintas, Gubernur Luthfi juga menggarisbawahi bahwa stok bahan pangan dan pasokan energi di Jawa Tengah tetap aman. Harga-harga barang tetap stabil dan terjangkau, sehingga kebutuhan masyarakat selama periode arus balik dapat terpenuhi dengan baik.
Sebagai wilayah yang menjadi jalur utama mudik dan balik, kesiapan Jawa Tengah dalam menangani lalu lintas dan ketersediaan kebutuhan pokok dinilai cukup matang. Ini menjadi indikator positif dalam mendukung arus balik yang lancar dan aman.
Pemudik diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersedia dan memilih waktu kepulangan yang tepat untuk menghindari kemacetan parah. Kebijakan-kebijakan pemerintah dan aparat kepolisian diharapkan mampu mendukung kelancaran perjalanan pulang kampung secara aman dan nyaman.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.tvonenews.com








