Pemprov Jatim Tetapkan Rabu WFH untuk ASN, Strategi Rahasia Hemat BBM di Tengah Krisis Timur Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan hari Rabu sebagai hari kerja dengan sistem work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai inisiatif mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengumumkan keputusan tersebut saat memimpin apel di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kebijakan WFH ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk menekan penggunaan BBM melalui pengurangan mobilitas ASN.

Pertimbangan Pemilihan Hari Rabu untuk WFH

Pemilihan hari Rabu sebagai hari WFH didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Menurut Emil, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, ada kekhawatiran ASN beralih ke work from anywhere (WFA) dan memanfaatkan hari libur untuk berada di tempat wisata. Oleh karena itu, hari Rabu dipilih demi meminimalisir mobilitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.

Emil menegaskan bahwa tujuan utama penerapan WFH adalah untuk menekan mobilitas masyarakat sebagai respons terhadap kondisi Selat Hormuz yang hingga kini masih ditutup, sehingga pasokan BBM mengalami gangguan.

Detail Penerapan dan Jumlah ASN yang Terlibat

Jumlah ASN di lingkungan Pemprov Jatim mencapai sekitar 81.700 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ribu merupakan tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan yang pelayanannya bersifat langsung kepada masyarakat. Karena sifat pekerjaan mereka yang memerlukan kehadiran fisik, tenaga pendidikan dan kesehatan tidak bisa sepenuhnya melaksanakan tugas secara daring.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa sektor pendidikan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat yang menegaskan pembelajaran dilakukan secara luring (tatap muka) tanpa penggantian metode daring. Oleh karena itu, ASN di bidang pendidikan juga tetap harus hadir secara fisik, kecuali dalam kondisi tertentu yang mendapatkan kebijakan khusus.

Estimasi Penghematan BBM dari Penerapan WFH

Konsumsi BBM di Jawa Timur diperkirakan mencapai 12.150 kilo liter per hari. Dengan penerapan WFH sehari setiap minggu, pemerintah daerah berharap dapat menghemat penggunaan BBM hingga sekitar 108 ribu liter per bulan. Angka ini menunjukkan potensi kontribusi signifikan dalam mengurangi beban pasokan BBM yang terdampak konflik di Timur Tengah.

Optimisme Terhadap Produktivitas ASN Selama WFH

Emil menyatakan keyakinannya bahwa kinerja ASN tidak akan menurun meskipun bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa sistem kerja daring dapat berjalan efektif dan produktif. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa beberapa instansi seperti BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum tetap harus menjalankan tugas di lapangan demi pelayanan publik yang optimal.

Praktik work from anywhere yang sudah dilaksanakan sebagian ASN selama ini juga dianggap membantu dalam menjaga produktivitas dan kelancaran tugas-tugas pemerintahan meski ada pembatasan kehadiran fisik.

Kebijakan WFH pada hari Rabu ini diharapkan menjadi langkah konkret Pemprov Jatim dalam mengatasi tantangan pasokan energi nasional. Selain mengurangi konsumsi BBM, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelayanan publik dengan tetap mengedepankan efisiensi mobilitas ASN di masa yang penuh ketidakpastian.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.tempo.co

Berita Terkait

Back to top button