BMKG Prakiraan Hujan Lebat Mengancam Jateng Selatan, Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa wilayah selatan Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada rentang tanggal 26 hingga 28 Maret. Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Kabupaten Cilacap dan Banyumas.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan bahwa selama beberapa hari terakhir cuaca di wilayah tersebut didominasi kondisi cerah dengan suhu maksimum mencapai 33 derajat Celsius. Namun, mulai Kamis pagi, terlihat adanya peningkatan pertumbuhan awan yang akan berpotensi menimbulkan hujan.

Menurut Teguh, perkembangan cuaca ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Narelle yang saat ini berada di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan bergerak menjauhi Indonesia ke arah barat Australia. Meskipun siklon ini tidak langsung melanda Jawa Tengah, keberadaannya memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat.

Prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari mendatang menunjukkan suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius. Arah angin dominan dari barat dengan kecepatan mencapai 5 hingga 45 kilometer per jam. Kelembapan udara juga diperkirakan cukup tinggi yakni di kisaran 60 sampai 95 persen.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat yang diperkirakan terjadi kemungkinan disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Berikut adalah ringkasan kondisi cuaca yang diperkirakan BMKG:
1. Rentang waktu potensi hujan: 26-28 Maret
2. Intensitas hujan: sedang sampai lebat
3. Wilayah terdampak: Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya
4. Suhu udara: 25-33 derajat Celsius
5. Arah angin: dari barat, kecepatan 5-45 km/jam
6. Kelembapan udara: 60-95 persen
7. Faktor pengaruh: Siklon Tropis Narelle yang bergerak ke barat Australia

BMKG menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi perubahan cuaca ini. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari BMKG secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk dari hujan lebat dan angin kencang yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com
Exit mobile version